Petani Sumbing dibekali pengetahuan baca cuaca dan iklim

id petani pelatihan iklim

Petani Sumbing dibekali pengetahuan baca cuaca dan iklim

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyematkan tanda peserta pelatihan pengamatan agroklimat  di Desa Ngargosoko, Kecamatan, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. (Foto: Heru Suyitno)

Magelang (Antaranews Jateng) - Para petani bawang putih di lereng Gunung Sumbing di Desa Ngargosoko, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dibekali pengetahuan membaca cuaca dan iklim untuk menentukan masa tanam yang tepat agar memperoleh hasil optimal. 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di Magelang, Kamis, mengatakan pelatihan pengamatan agroklimat  merupakan salah satu upaya BMKG dalam meningkatkan pemahaman pengamatan agroklimat kepada para petani bawang putih di Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini merupakan pengembangan sekolah lapang iklim (SLI) yang telah dilaksanakan oleh BMKG sejak tahun 2011 hingga sekarang, yang awalnya merupakan implementasi  Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2011, yaitu Pengamanan Produksi Beras Nasional Dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrim.

Pada perkembanganya, SLI tidak hanya untuk produksi pangan/beras tetapi juga untuk tanaman hortikultura yaitu tanaman bawang putih, sesuai dengan permintaan petani, kerena pada budi daya tanaman bawang putih sangat diperlukan pegetahuan tentang agroklimatologi. Pelatihan pengamatan agroklimat adalah bagian dari SLI.

Ia mengatakan pelatihan pengamatan agroklimat ini untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan  mengenai cuaca dan iklim terkait budi daya tanaman bawang putih kepada para petani di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, mulai dari tata cara pengamatan hingga memanfaatkan informasi iklim sehingga diharapkan  petani mampu mengantisipasi dan beradaptasi kondisi cuaca dan iklim ekstrim selanjutnya dapat meningkatkan produksi tanaman bawang putih.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan adalah merupakan kelanjutan penyerahan alat pengukur iklim di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Ia menuturkan setelah kegiatan pelatihan pengamatan agroklimat ini diharapkan para petani dapat melaksanakan pengamatan agroklimat secara mandiri dan dapat dimanfaatkan oleh petani dalam budi daya bawang putih. 

"Kami tentunya tidak mungkin membantu seluruh petani di Indonesia untuk mengikuti SLI atau pelatihan pengamatan agroklimat, karena jumlahnya mencapai jutaan. Program ini sebagai percontohan yang nantinya pemerintah daerah bisa melanjutkannya," katanya.

Ia menuturkan program SLI yang dilakukan sejak 2011 hingga tahun ini sekitar 7.000 petani yang telah mengikuti pelatihan. 
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar