Cegah prediabetes, Nutrifood edukasi 100 dokter di Semarang

id nutrifood,edukasi, dokter

Cegah prediabetes, Nutrifood edukasi 100 dokter di Semarang

Head of Marketing Nutrifood Susana (paling kanan), Sekretaris Dinas Kota Semarang Sarwoko Oetomo (tiga dari kanan), Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) DKI Jakarta BBD (Bogor, Bekasi, Depok) Prof Mardi Santoso (tiga dari kiri), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kota Semarang Mada Gautama (dua dari kiri), dan Ketua IDI Cabang Kota Semarang Elang Sumambar (paling kiri) di sela acara edukasi kepada para dokter umum di Semarang, Rabu. (Foto: Nur Istibsaroh)

Semarang (Antaranews Jateng) – Tingginya angka prediabetes menjadi perhatian Nutrifood untuk ikut aktif melakukan pencegahan salah satunya dengan memberikan edukasi kepada 100 dokter umum puskesmas dan poliklinik di Semarang.

Edukasi dengan tema Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes yang berlangsung di Novotel Semarang, Rabu tersebut bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Hari Diabetes Sedunia.

Sekretaris Dinas Kota Semarang Sarwoko Oetomo dalam kesempatan tersebut berterima kasih kepada Nutrifood yang telah peduli terhadap pencegahan prediabetes dengan memberikan edukasi mengenai bahaya penyakit diabetes dan prediabetes.

"Kami dari Dinas Kesehatan Kota Semarang juga terus memantau status kesehatan masyarakat dan dengan edukasi ini, kami berharap dokter umum puskesmas dan poliklinik yang bersentuhan langsung ke masyarakat dapat melakukan deteksi dini prediabetes," katanya.

Ketua IDI Cabang Kota Semarang Elang SUmambar menjelaskan bahwa dampak bagi mereka yang telah terkena Diabetes adalah kegagalan ginjal dan jika tidak terkontrol maka akan mengurangi etos kerja, sehingga yang diperlukan adalah berperilaku hidup sehat.

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) DKI Jakarta BBD (Bogor, Bekasi, Depok) Prof Mardi Santoso menjelaskan bahwa pencegahan dini penting dilakukan, jangan sampai telanjur menjadi penyakit Diabetes.

"Bagi yang sehat, jangan sampai sakit. Bagi yang sudah prediabetes, jangan sampai menjadi diabetes. Bagi yang sudah diabetes jangan sampai kena jantung, ginjal, stroke, dan mata," katanya.

Untuk menghindari hal tersebut, lanjut Prof Mardi Santoso, maka harus dilakukan pencegahan sejak dini dengan mengatur pola makan dan berolahraga.

Prof Mardi menyebutkan sejumlah kelompok yang berisiko prediabetes di antaranya orang dengan obesitas atau kegemukan, sering abortus, melahirkan bayi dengan berat badan empat kg atau lebih, porsi makan besar tetapi kurang gerak, orang-orang dari keluarga DM, dan lainnya. 

Sementara pertanda prediabetes secara laboratoris adalah bila kadar glukosa darah puasa 100-125 mg/dl dan atau kadar glukosa darah dua jam postprandial 140-199 mg/dl. Dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun, 25 persen prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2, 50 persen tetap dalam kondisi prediabetes, dan 25 persen kembali pada kondisi glukosa darah normal.

Head of Marketing Nutrifood Susana menambahkan bahwa edukasi pecegahan dini prediabetes sudah dilakukan sejak tahun 2013 dengan harapan masyarakat semakin cerdas saat mengkonsumsi gula, garam, lemak, serta dapat membaca label kemasan makanan.

Tidak hanya edukasi, tambah Susana, Nutrifood juga memproduksi makanan dan minuman yang juga rendah gula, rendah kalori, dan susu tanpa lemak dengan produknya Tropicana Slim, Hilo, Nutrisari, L-Men, W-Dank, dan Tropicana Slim.

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar