Lokawisata Baturraden terapkan pembelian tiket secara nontunai

id lokawisata baturraden nontunai

Lokawisata Baturraden terapkan pembelian tiket secara nontunai

Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Hendro Padmono (dua dari kiri) menyerahkan secara simbolis kartu Brizzi edisi Baturraden kepada Bupati Banyumas Achmad Husein saat peluncuran "Baturraden Cashless Society" di Lokawisata Baturraden, Banyumas, Minggu (4-11-2018) (Foto: Sumarwoto)

Banyumas (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menerapkan transaksi nontunai untuk pembelian tiket masuk Lokawisata Baturraden.

"Program ini diinisiasi oleh Pemkab Banyumas dalam rangka menciptakan `cashless society` yang merupakan salah satu dari bagian program menciptakan `smart city`," kata Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Hendro Padmono saat peluncuran "Baturraden Cashless Society" di Lokawisata Baturraden, Banyumas, Minggu.

Menurut dia, suatu kehormatan bagi BRI yang bekerja sama dengan Pemkab Banyumas dalam mengawali kegiatan transaksi nontunai di Lokawisata Baturraden yang merupakan ikon wisata Kabupaten Banyumas.

Ia mengatakan gaung pesona wisata Baturraden tidak hanya dikenal di Jawa Tengah maupun nasional, tetapi sudah sampai mancanegara.

"Harapan kami, dengan program yang luar biasa ini, akan makin meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Baturraden khususnya dan beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Banyumas pada umumnya," katanya.

Kendati layanan nontunai yang diberikan BRI menggunakan kartu "Brizzi" (produk uang elektronik dari BRI, red.), dia memastikan mesin "electronic data capture" (EDC) di loket masuk Lokawisata Baturraden bisa digunakan untuk uang elektronik maupun kartu debit dari bank lain.

Selain Lokawisata Baturraden, kata dia, Kantor Wilayah BRI Yogyakarta juga telah bekerja sama dengan sejumlah pengelola objek wisata seperti Gajah Mungkur untuk menerapkan transaksi nontunai dalam pembelian tiket masuk.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Agus Chusaini mengatakan penerapan transaksi nontunai pada tiket masuk Lokawisata Baturraden merupakan salah satu bentuk tindak lanjut surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri.

"Hal itu mengingat pendapatan tiket masuk Lokawisata Baturraden merupakan salah satu komponen pendapatan asli daerah pada sisi retribusi daerah," katanya.

Menurut dia, penerapan transaksi nontunai pada tiket masuk Lokawisata Baturraden diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, tertib administrasi, memudahkan pengendalian, efektif, dan efisien serta transparansi.

Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husain menyambut baik penerapan transaksi nontunai dalam pembelian tiket masuk Lokawisata Baturraden karena lebih efisien sehingga masyarakat tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.

"Namun saya ingin pesan, program `cashless` ini jangan sampai kemudian mengurangi minat pengunjung ke Lokawisata Baturraden. Jangan sampai penerapan transaksi nontunai itu menyulitkan calon pengunjung sehingga batal masuk," katanya.

Ia mengharapkan penerapan transaksi nontunai dalam pembelian tiket masuk Lokawisata Baturraden bisa sukses, tidak seperti di Pasar Manis, Purwokerto, yang dinilai gagal.

Informasi yang dihimpun, BRI pada tahun 2019 akan mengeluarkan kartu "Brizzi" edisi Baturraden dalam rangka mendukung program transaksi nontunai di lokawisata itu.

Kendati bergambar keindahan alam Baturraden, kartu "Brizzi" tersebut dapat digunakan untul bertransaksi di tempat lain. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar