GFJA dan PFI luncurkan buku foto "Lombok Palu Donggala Rev!val"

id GFJA dan PFI luncurkan buku foto, lombok Palu Donggala Revival

GFJA dan PFI luncurkan buku foto

PELUNCURAN BUKU LOMBOK PALU DONGGALA REV!VAL Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) Oscar Motuloh (kiri), memberikan buku kepada Direktur Keuangan Antara Nina Kurnia Dewi (kedua kiri), Pembawa Acara Najwa Shihab (kedua kanan) dan Kepala Biro Umum Setjen Kemhan Marsma TNI Yusuf Jauhari (kanan) saat peluncuran buku"Lombok-Palu-Dongala Rev!val" di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (2/11/2018). PFI bekerja sama dengan Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) meluncurkan buku foto yang berjudul "Lombok Palu Donggala Rev!val" yang seluruh hasil penjualannya akan disalurkan untuk beasiswa pendidikan bagi anak-anak usia dini keluarga wartawan yang terkena musibah bencana alam tersebut. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) bersama organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar penggalangan dana dengan meluncurkan buku foto berjudul Lombok Palu Donggala Rev!val.

Buku setebal 184 halaman ini merangkum 173 karya visual hasil liputan 38 pewarta foto dari 18 media massa cetak dan kantor berita dalam dan luar negeri, yang telah dikurasi oleh kurator GFJA Oscar Motuloh, bersanding dengan dua buah tulisan karya wartawan KOMPAS Ahmad Arif.

"Kami secara spontan melakukan kerja bareng untuk mengembalikan dunia jurnalisme bencana kepada masyarakat yang jadi korban. Makanya kita menggelar peluncuran buku ini dan juga pameran headlines dari teman-teman pers untuk liputan Lombok, Palu, dan Donggala," ucap Oscar Motuloh dalam acara peluncuran buku Lombok Palu Donggala Rev!val di GFJA, Jakarta, Jumat.

Peluncuran buku ini sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap para korban bencana alam gempa bumi di Lombok, Palu dan Donggala (tsunami dan likuefaksi), yang juga dialami oleh rekan seprofesi wartawan.

"Tugas profesional pewarta foto itu telah selesai sejak foto itu diterbitkan. Tapi kami terkadang seorang pewarta foto tidak hanya terbatas berhenti sebagai seorang profesional. Ada panggilan moral yang mau tidak mau menggerakkan kita menggelar acara ini," ujar Lucky Pransiska, Ketua PFI dalam sambutannya.

"Paling tidak kami bisa berbuat sesuatu khususnya juga bagi mereka pewarta foto yang jadi korban, tapi saat yang bersamaan juga harus menjalankan tugasnya," lanjutnya.

Buku ini dijual kepada publik secara offline (di GFJA) dan online melalui IG @guearigaleri, dengan harga Rp700 ribu (belum termasuk ongkos kirim) yang hasilnya akan disalurkan langsung oleh PFI kepada para keluarga jurnalis yang menjadi korban di Lombok, Palu dan Donggala.

Masyarakat juga dapat menyaksikan langsung pameran dengan materi Headlines (berita Utama) koran-koran nasional di Galeri Foto Jurnalistik Antara hingga tanggal 2 Desember 2018 mendatang, setiap hari kerja mulai pukul 10.00 – 21.00 WIB (Senin dan hari besar tutup), dan jika tergerak dapat menyalurkan donasinya dengan menghubungi pengawas pameran.

Selain itu, pada tanggal 28 November juga akan kembali diadakan acara penutupan sekaligus pelelangan foto-foto yang dipamerkan. (Editor : Subagyo).
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar