Korsleting listrik, empat rumah terbakar

id korsleting listrik,akibatkan empat rumah, terbakar

Korsleting listrik, empat rumah terbakar

Sejumlah warga tengah berada di antara puing-puing rumah yang ludes terbakar di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (2/11). (Foto: Dok. Ansori)

Grobogan (Antaranews Jateng) - Sebanyak empat rumah di Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang terbakar diduga disebabkan karena korsleting listrik, Jumat.
     
Menurut Kapolsek Pulokulon AKP Wibowo di Grobogan, Jumat, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran yang terjadi pada Jumat (2/11) sekitar pukul 10.30 WIB itu, diduga karena korsleting listrik yang berasal dari alat menanak nasi.
     
Untuk itu, dia mengimbau, masyarakat untuk memastikan jaringan listrik di dalam rumah aman dari kemungkinan terjadinya korsleting listrik.
     
"Pastikan bahwa jaringan listrik di dalam rumah menggunakan kabel yang berstandar nasional Indonesia (SNI)," ujarnya.
     
Meskipun sudah menggunakan kabel SNI, kata dia, tetap ada masa berlakunya berkisar 8-10 tahunan.
     
Oleh karena itu, dia meminta, masyarakat untuk memastikan kabel jaringan listrik di dalam rumahnya apakah sudah melewati batas usia maksimal pemakaian atau belum.
     
"Jika sudah melampaui batas pemakaian, sebaiknya dilakukan peremajaan guna menghindari kasus korsleting listrik yang menimpa empat rumah," ujarnya.
     
Kronologis terbakarnya empat rumah warga di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan hari ini (2/11), katanya, berawal dari munculnya asap dari bagian dapur rumah Jasri.
     
Kemudian, lanjut dia, sejumlah warga mengetahui dan berupaya melakukan pemadaman, namun api tetap membesar dan menjalar ke rumah sebelahnya. 
     
Tidak lama berselang, kata dia, dua mobil tangki air milik warga melintas dan diberhentikan oleh warga dan airnya digunakan untuk memadamkan api.
     
Kemudian, lanjut dia, empat mobil tangki pemadam kebakaran datang dan akhirnya api bisa dipadamkan. 
     
Dari keempat rumah yang terbakar, di antaranya milik Jasri, Didik Tjuk Harjono, Mulyanto dan Sapto Haryanto.
     
"Tercatat hanya tiga rumah yang mengalami kerusakan parah, sedangkan satu rumah hanya rusak sebagian," ujarnya.
    
Adapun nilai kerugian total akibat kebakaran tersebut berkisar Rp400 juta.
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar