Dukung sektor pertanian, Purbalingga bangun tiga embung

id embung purbalingga

Dukung sektor pertanian, Purbalingga bangun tiga embung

Sekda Purbalingga Wahyu Kontardi (tengah) didampingi Kepala Dinas Pertanian Purbalingga Lily Purwati (tiga dari kiri) usai meresmikan embung di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Selasa (30-10-2018). (Foto: Humas Purbalingga)

Purbalingga (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, hingga saat ini telah membangun tiga embung atau waduk kecil untuk mendukung sektor pertanian, kata Kepala Dinas Pertanian Purbalingga Lily Purwati.

"Tiga embung yang dibangun berada di Palumutan, Kedungjati, dan Kutabawa," katanya saat peresmian embung yang dirangkai dengan kegiatan panen cabai di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Selasa.

Ia mengatakan embung yang dibangun di Desa Kutabawa dan diresmikan oleh Sekretaris Daerah Purbalingga Wahyu Kontardi tersebut mampu menampung air sebanyak 530 meter kubik.

Menurut dia, pembangunan embung tersebut dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Tani Giri Mulyo dengan anggaran sebesar Rp145 juta yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) kegiatan fasilitasi peningkatan produktivitas pertanian tahun 2018.

"Air dari embung ini diharapkan mampu mengairi lahan pertanian hortikultura seluas 25 hektare," katanya.

Menurut dia, sejumlah kelompok tani saat ini telah mengajukan permohonan pembangunan embung di antaranya Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, dan Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol.

Kendati demikian, dia mengharapkan pemerintah desa setempat dapat menyediakan lahan untuk pembangunan embung sehingga program 1.000 embung di Kabupaten Purbalingga dapat terealisasi.

Terkait dengan panen cabai keriting di lahan milik Kelompok Tani "Sri Rejeki" Desa Kutabawa, Lily mengatakan daerah tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan aneka cabai di Kabupaten Purbalingga.

"Pengembangan kawasan cabai ini merupakan bantuan kegiatan dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, yaitu pengembangan kawasan cabai besar seluas 75 hektare di 18 desa dari tujuh kecamatan, dan kawasan cabai rawit seluas 50 hektare yang tersebar di 30 desa dari enam kecamatan. Ttiap hektare lahan mendapatkan bantuan sebesar Rp29 juta," jelasnya.

Saat membacakan sambutan Pelaksana Tugas Bupati Purbalingga, Sekretaris Daerah Purbalingga Wahyu Kontardi mengatakan Desa Kutabawa dan sekitarnya merupakan daerah rawan kekeringan sehingga embung yang baru dibangun sebagai tempat penampungan air dapat dimanfaatkan oleh petani hortikultura di daerah itu.

Ia mengharapkan kehadiran embung mampu meningkatkan hasil produksi sayur mayur yang menjadi mata pencarian utama masyarakat di Desa Kutabawa dan menjadi pendukung wisata agribisnis yang sekarang sedang menggeliat di wilayah itu.

"Kami juga sampaikan selamat kepada kelompok tani di Desa Kutabawa selaku pahlawan pangan dan pengendali inflasi daerah yang melakukan panen cabai sekaligus peresmian embung. Panen yang dilakukan diharapkan mampu menjadi motivasi untuk memroduksi cabai secara maksimal sehingga Kabupaten Purbalingga dapat menjadi salah satu wilayah sentra cabai di Jawa Tengah," katanya.

Ia mengatakan selama ini agribisnis hortikultura terbukti menjadi pilihan jitu untuk mengungkit pendapatan petani karena jika digeluti serius dan konsisten, akan menghasilkan pendapatan yang berlipat-lipat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar