Atasi kebakaran Pasar Legi, puluhan mobil pemadam dikerahkan

id Puluhan Damkar terlibat pemadaman Pasar Legi

Atasi kebakaran Pasar Legi, puluhan mobil pemadam dikerahkan

Sejumlah petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api yang masih menyala di Pasar Induk Legi di Kestalan Banjarsari Solo, Senin malam. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Solo (Antaranews Jateng) - Puluhan mobil pemadam dari berbagai daerah berupaya mengatasi kebakaran Pasar Legi Kelurahan Kestalan, Kota Solo, Jawa Tengah hingga Senin malam.

Puluhan mobil pemadam kebakaran itu selain dari Pemerintah Kota Solo juga dari Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Bakorwil Jateng, Kota Salatiga, dan Kabupaten Semarang, serta mobil penyemprot air milik kepolisian.

Akibat kebakaran pasar tersebut aliran listrik di kawasan Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari sempat dipadamkan.

Akan tetapi, saat ini aliran listrik sudah mulai hidup, terutama sepanjang Jalan S. Parman depan pasar sehingga mempermudah petugas melaksanakan pemadaman kobaran api.

"Api masih menyala terutama di lantai dua Pasar Legi, sedangkan lantai satu sebagian kios masih bisa diamankan," kata Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Kota Surakarta Ipda Wisnu Taufik Hidayat di lokasi kebakaran.

Dia mengatakan sekitar 24 mobil pemadam kebakaran dari Solo Raya, dan Kabupaten Semarang masih terus keluar masuk lokasi setelah mengisi air untuk pemadaman api yang masih menyala di lantai dua Pasar Legi.

Kobaran api sudah berkurang dibandingkan dengan sebelumnya yang cepat merembet dari utara bagian timur di lantai dua.

Kebakaran Pasar Legi terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Api menghanguskan ratusan los dan kios di lantai dua pasar itu. 

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan prihatin atas kejadian itu.

Ia mengimbau semua pihak bahu-membahu memadamkan api. 

Petugas Pemadam Kebakaran, aparat, dan relawan hingga kini masih memadamkan api yang menghanguskan pasar induk itu.

"Kami masih fokus melakukan pemadaman api. Kami langkah selanjutnya akan koodinasikan dengan Dinas Perdagangan melakukan pemulihan, kata Rudyatmo. 

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar