Rp5 miliar anggaran pembangunan pasar tradisional di Pekalongan

id Pasar Tradisional, Pekalongan

Rp5 miliar anggaran pembangunan pasar tradisional di Pekalongan

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi seusai melakukan batu peletakan batu pertama pembangunan pasar tradisional bekas terminal Doro, Kecamatan Doro. (Foto Kutnadi)

     Pekalongan (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, akan mengalokasikan anggaran senilai Rp5 miliar untuk membangun pasar tradisional di lahan bekas Terminal Doro, Kecamatan Doro.
   
 Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMK Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa secara keseluruhan pasar tradisional Doro memiliki luas 8.100 meter persegi sedangkan luas pasar yang dibangun di atas lokasi eks-terminal angkutan seluas 1.416.605 m2.

     "Dengan dibangunnya pasar bekas terminal angkutan Doro ini dapat membantu para pedagang yang berada di pasar tradisional Doro bisa sebagian pindah ke lokasi pasar bekas terminal, yang berada tidak jauh dari pasar induk tradisional Doro itu," ktanya.

     Ia menyebutkan jumlah pedagang pasar tradisional Doro sebanyak 1.048 orang sedangkan pedagang yang nantinya akan menempati pasar di bekas terminal angkutan 219 pedagang. 

     "Pasar ini memiliki kios 36 unit dan los 180 unit dengan fasilitas 4 unit toilet, ruang laktasi 1 unit, ruang pendingin 1 unit, musala 1 unit, klinik 1 unit, serta anjungan tunai mandiri (ATM) 1 unit," katanya.

     Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pembangunan pasar tradisional ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan parapedagang lebih nyaman saat berjualan.

     "Oleh karena, meminta masyarakat ikut menjaga pelaksanaan kegiatan pembangunan pasar agar semuanya berjalan dengan baik. Kemudian rekanan juga dapat menjaga lingkungan serta melakukan pekerjaan selama 90 hari kerja tersebut dengan hasil bagus," katanya.

     Ia mengatakan pada 2018, pemkab telah membangun lima pasar tradisional yaitu Pasar Kedungwuni senilai Rp26 miliar, pasar UMKM Wonopringgo Rp6,8 miliar, pasar Bligo dan Pekajangan Rp5 miliar, serta pasar Doro Rp5 miliar.

     "Semoga pembangunan pasar tradisional ini dapat berjalan lancar dan tidak ada halangan karena sekarang ini sudah mau memasuki musim hujan," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar