Perolehan suara Jokowi-Amin di Jateng ditargetkan 78-82 persen

id jokowi semarang

Perolehan suara Jokowi-Amin di Jateng ditargetkan 78-82 persen

Calon Presiden Joko Widodo saat berpidato pada pelantikan dan konsolidasi tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja se-Jawa Tengah. (Foto:Dok.DPD PDIP Jawa Tengah)

Semarang (Antaranews Jateng) - Provinsi Jawa Tengah ditargetkan dapat berkontribusi menyumbang perolehan suara sebanyak 78-82 persen untuk pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.
 
"Angka (capaian perolehan suara) ini tidak mengada-ada, ini dari hitung-hitungan yang didapat dari sebuah tren dan posisi Jateng trennya meningkat sangat tajam sekali," kata Calon Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato sambutan pada pelantikan dan konsolidasi tim kampanye daerah Koalisi Indonesia Kerja se-Jawa Tengah di kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Semarang, Sabtu.
 
Jokowi mengungkapkan bahwa 35 kabupaten/kota di Provinsi Jateng menjadi andalan perolehan suara bagi pasangan Capres Jokowi-Amin, dan Jateng menjadi salah satu tumpuan penyumbang perolehan suara terbanyak pada pilpres mendatang.
 
"Sekarang saatnya kita merawat dan menjaga jangan sampai tren perolehan suara turub, harus naik, meskipun lambat tidak apa-apa yang penting tren harus naik," ujarnya.
 
Terkait dengan target perolehan suara tersebut, Jokowi meminta tim kampanye daerah pasangan Capres Jokowi-Amin di Jateng untuk bisa menangkal isu-isu negatif dan mampu menceritakan keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi selama hampir lima tahun terakhir.
 
Capres bernomor urut 01 itu memperkirakan ada empat isu yang diperkirakan berkembang selama masa kampanye Pilpres 2019.
 
Keempat isu negatif bagi pasangan Capres Jokowi-Amin itu adalah isu keterlibatan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), isu antek asing, isu jumlah tenaga kerja yang bekerja di Indonesia, dan isu kriminalisasi upama.
 
"Saya lahir 1961, PKI dibubarkan 1965-1966, berarti umur saya baru 4 tahun, gak ada aktivis PKI yang balita, jawab itu saja, sedangkan untuk menjawab isu saya merupakan antek asing jawab saja Blok Mahakam dan Blok Rokan sekarang sudah diserahkan kepada Pertamina, Freeport juga," katanya.
 
Berkaitan dengan isu yang banyak beredar di media sosial yaitu 10 juta tenaga kerja asing telah masuk ke Indonesia, Jokowi menjelaskan bahwa itu merupakan jumlah wisatawan dari Tiongkok yang diharapkan berkunjung ke Indonesia
 
"Tenaga kerja asing dari China di Indonesia itu hanya 24 ribu orang, sedangkan tenaga kerja kita yang ada di China sebanyak 80 ribu orang sehingga dibandingkan jumlah penduduk Indonesia, maka jumlah tenaga kerja asing di Indonesia tidak ada 1 persen," ujarnya.
 
Kemudian, mengenai isu kriminalisasi ulama, Jokowi justru bertanya yang dikriminalisasi itu ulama yang mana dan siapa.
 
Jokowi juga menyoroti jumlah uang yang telah dikucurkan oleh pemerintahannya dalam Program Dana Desa sejak 2015 hingga sekarang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
"Pada 2015 sebanyak Rp20 triliun, 2016 Rp47 triliun, 2017 Rp60 triliun, total sampai tahun ini sudah Rp187 triliun yang kita kucurkan untuk desa," katanya.
 
Jokowi menegaskan, Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu pada tahun-tahun sebelumnya karena Pilpres dan Pileg dilaksanakan secara serentak sehingga pola lapangan yang paling baik untuk meraih kemenangan adalah "micro targeting", "micro marketing", dan "mikro canvasing".
 
"Pola paling baik adalag 'door to door", bercerita langsung kepada masyarakat, dan saya sangat percaya tim kampanye daerah Jateng dapat mengemban tugas dengan baik," ujar Jokowi.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar