KPK: kasus korupsi karena integritas terganggu

id kpk sosialisasi antikorupsi

KPK: kasus korupsi karena integritas terganggu

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang melakukan sosialisasi antikorupsi di hadapan para siswa SMA Taruna Nusantara Magelang (Heru Suyitno)

 Magelang (Antaranews Jateng) - Munculnya kasus korupsi oleh sejumlah kepala daerah karena integritasnya terganggu, kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang.

"Indikator lain pembangunan ekonomi kita, semakin banyak uang tetapi integritasnya tidak jalan maka makin banyak yang ditangkap," katanya di Magelang, Jateng, Kamis.

Ia menyampaikan kepada pers sebelum memnjadi pembicara pada sosialisasi antikorupsi di SMA Taruna Nusantara Magelang.

Ia menuturkan bicara korupsi dari anggaran belanja negara dan lain-lain merupakan tantangan buat KPK, maka semua harus mengubah perilaku korupsi.

"Kami khawatir pertumbuhan ekonominya baik, tetapi integritas masih terganggu, itu ancaman bagi kita," ujarnya.

Dalam sosialisasi antikorupsi di hadapan para siswa dan pamong SMA Taruna Nusantara Magelang, Saut mengatakan ada sembilan nilai di KPK, yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, setiap kesempatan, berani, dan adil.

"Dari sembilan nilai tersebut yang paling tinggi adalah jujur, karena jujur memang paling berat," tuturnya.

Ia mengatakan yang bisa KPK penjarakan adalah penyelenggara negara, karena UU KPK masih seperti itu, oleh karena itu kepala dinas, bupati sampai ke atas yang dibidik, swasta tidak boleh.

Ia menuturkan di KPK ada deputi bidang pencegahan, penindakan, informasi dan data, dan deputi bidang pengawasan internal dan pengaduan masyarakat, dan sekeretaris jenderal.

Saut mengatakan selalu ada pengaduan dari masyarakat ke KPK, sekitar 7.000 surat pengaduan dari masyarakat setiap tahun.

"Korupsi adalah mengambil yang bukan menjadi hak kita. Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa dan korupsi itu banyak membuat ketidakpastian," ucapnya.

Menurut dia dari 7.000 surat masuk KPK, menunjukkan bahwa semua daerah mempunyai masalah.

Ia menyampaikan banyak hal terganggu karena korupsi. Jangan melihat angkanya, tetapi dampak dari korupsi itu sangat besar. Banyak jalan yang rusak karena dananya dikorupsi.

"Korupsi itu setan yang bisa masuk ke mana saja, korupsi itu lintas agama, lintas umur, lintas daerah. Rata-rata koruptor itu pinter, untuk kepala daerah paling tidak pinter pidato, disiplinnya juga lebih dari yang lain tetapi integritasnya terganggu," katanya.
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar