Kemenpora bantah bonus pelatih Asian Games tidak tersalurkan

id jusuf

Kemenpora bantah bonus pelatih Asian Games tidak tersalurkan

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua belas kiri), Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga belas kanan), Ibu Mufidah Jusuf Kalla (sebelas kiri) dan Menko PMK Puan Maharani (kedua belas kanan) berfoto bersama atlet peraih medali saat pemberian bonus di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9/2018). Pemerintah memberikan bonus kepada para atlet yang berhasil meraih medali dalam ajang Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Kementerian Pemuda dan Olahraga membantah berita miring yang menyebutkan bonus bagi pelatih pelatnas cabang olahraga yang berprestasi di ajang Asian Games 2018 tidak tersalurkan.

"Sebenarnya sudah siap semua buku-buku (rekening) sesuai nama-nama pelatih itu, sesuai dengan nomor-nomor pertandingan. Cuma saya juga kaget kok banyak yang belum mengambil," kata Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta di Jakarta, Selasa.

Isnanta pun mengimbau sejumlah pelatih yang belum menerima bonus untuk segera mengambil bonus yang telah disediakan bagi mereka ke kantor Kemenpora.

"Kalau yang sibuk apa perlu saya antarkan ke rumahnya kalau memang mendesak? Tapi kalau bisa sih kami juga banyak kegiatan, biar sekalian main-main ke kantor kemenpora, sekalian silaturahmi. Kalau pun memang sibuk betul pun di daerah sebenarnya juga bisa dibantu," kata Isnanta.

"Jadi bukannya tidak dibayarkan, hanya saja ada sejumlah pelatih beberapa cabang olahraga yang belum mengambil," kata dia.

Sejumlah pelatih sepak takraw sudah mengambil bonus mereka, sementara pelatih lainnya di cabang olahraga itu ada yang belum. Kemudian pelatih dari cabang soft tenis juga belum mengambil bonus, kata Isnanta.

Isnanta menyebutkan ada lebih dari 10 pelatih yang belum mengambil bonus mereka dari kemenpora.

"Jadi tidak ada yang sulit, mungkin karena kurang komunikasi, kurang tersampaikan ke teman-teman. Atau kalau memang ada sebagian kecil orang atau pelatih yang tidak pas dengan keputusan PB, harap konfirmasi ke PB karena yang menentukan siapa melatih siapa itu keputusan dari PB," kata Isnanta.

"Yang jelas, kami akan mengikuti apa yang sudah divalidasi PB dan memang yang nyata-nyata di lapangan yang melakukan proses kepelatihan itu," kata Isnanta menambahkan.

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar