Tiga pemain pilar Persis absen lawan Semen Padang

id Tiga pemain persis absen lawan Semen Padang

Tiga pemain pilar Persis absen lawan Semen Padang

Striker Persis Solo Rudiyana mengontrol bola saat sesi latihan game-game di Stadion Sriwedari Solo, Jumat. (Foto:bBambang Dwi Marwoto)

Solo (Antaranews Jateng) -  Tiga pemain pilar Persis Solo dipastikan absen melawan tim tuan rumah Semen Padang pada pertandingan penentu lolos ke delapan besar Liga 2 Indonesia 2018 yang akan berlangsung di Stadion Haji Agus Salim Padang, Senin (15/10).

Karena absen maka ketiga pemain tidak dibawa ke Padang untuk berlaga pada pertandingan krusial, penentu lolos-tidaknya ke babak delpan besar, kata Pelatih Persis Solo Agus Yuwono, di sela latihan di Stadion Sriwedari Solo, Jumat.

Menurut Agus Yuwono, tiga pemain tersebut yakni Ikhwan Azka (sayap kanan), Tegar Hening Pangestu (gelandang), dan Ade Fani (bek). Ketiganya mengalami cedera kaki. Namun, Persis sudah menyiapkan pemain pengganti yang memiliki kualitas sama sehingga tidak mempengaruhi timnya.

Agus Yuwono,  mengatakan jika lolos babak delapan besar, manajemen sudah menyiapkan bonus khusus. Jika pemain Persis berhasil meraih poin di kandang Semen Padang, dipastikan lolos ke babak selanjutnya.

"Kami telah menyiapkan 18 pemain untuk dibawa ke Padang. Rombongan akan berangkat dari Solo pada Sabtu (13/10)," kata Agus Yuwono.

Pemain Persis yang dibawa ke Padang  Galih Sudarsono, Andri Prabowo (kiper), Asyaraq Gufran, Dedi Tri Maulana, Ikhwan Ciptadi, Soni Setiawan, Absor Fauzi, Iqbal Samad (belakang), Bayu Andra, Dedi Cahyono, Eli Nasoka, Dody Alfayed, Heru Setyawan (tengah), Johan Yoga Utama, Rudiyana, Abdul Rahman Abanda, Tri Handoko (depan).

Manajer Tim Persis Solo Setiawan Muhammad mengatakan tim pelatih sudah mempersiapkan seluruh persiapan melawan Semen Padang sebagai pertandingan penentu lolos ke babak delapan besar Liga 2.

"Kami berharap Persis dapat hasil maksimal meski Semen Padang tim yang kuat," kata Setiawan.



 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar