Polda Jateng dirikan klinik rehabilitasi polisi eks pengguna narkotika

id Polda jateng, rehab narkoba

Polda Jateng dirikan klinik rehabilitasi polisi eks pengguna narkotika

Kapolda Jateng meresmikan instalasi rehabilitasi medis Kupeduli Narkoba di kompleks RS Bhayangkara Semarang, Jumat (Foto: I.C.Senjaya)

Semarang (Antaranews Jateng) - Polda Jawa Tengah mengobati para anggotanya yang positif menggunakan narkotika melalui instalasi rehabilitasi media Kupeduli Narkoba di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

"Ini baru pertama kali di Indonesia, terobosan kreatif dari Kabid Propam," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Condro Kirono saat meresmikan Intalasi Rehabilitasi Medis Hukuman Pembjnaan Perawatan Terpadu Anggota Polri Terlibat Narkoba (Kupeduli Narkoba) di Semarang,  Jumat.

Menurut dia, peredaran narkotika sudah menyebar ke semua lini, termasuk kepolisian. Ia menuturkan program rehabilitasi polisi yang terpapar narkotika ini menyinergikan seluruh pemangku kepentingan yang ada di kepolisian.

Anggota Polri dari berbagai kesatuan yang diketahui memakai narkotika selanjutnya akan menjalani rehabilitasi di instalasi ini selama dua pekan.

"Di sini diobati secara mental dan spiritual," katanya. Setelah menjalani rehabilitasi, kata dia, mereka akan dikirim ke Satuan Brimob untuk memperoleh pelatihan fisik dan bela negara.

Selain meresmikan instalasi Kupeduli Narkoba, Kapolda juga meresmikan penambahan sarana hemodialisis serta CT Scan di Rumah Sakit Bhayangkara tersebut.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Jamaludin Farti mengakui penyalahgunaan narkotika di lingkungan anggota polisi cukup tinggi.

Menurut dia, rehabilitasi di layanan medis ini sudah melaksanakan tiga gelombang pengobatan yang diikuti oleh 80 anggota Polri.

Proses rehabilitasi, lanjut dia, dijalani setelah anggota Polri yang bersangkutan menjalani sidang kode etik dan menjalani hukuman.

"Setelah selesai akan dikembalikan ke kesatuannya, akan ada penilaian tiap tiga bulan," katanya.

Dari 80 polisi yang sudah menjalani rehabilitasi tersebut, belum ada temuan mereka mengulangi kesalahan yang sama.
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar