Dicari sukarelawan pendamping ibu hamil di Jateng

id ibu hamil

Dicari sukarelawan pendamping ibu hamil di Jateng

Ilustrasi - Dokter Spesialis Kandungan melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) seorang ibu hamil. Foto ANTARA.

 Semarang (Antaranews Jateng) - Pemerintah Provinsi(Pemprov) Jawa Tengah(Jateng0 mencari sukarelawan untuk mendampingi ibu hamil berisiko tinggi sebagai upaya mengurangi angka kematian ibu melahirkan.

"Kita mencari sukarelawan sekitar 180.000 orang, kita harapkan kalau (ibu hamil) itu didampingi ceknya rutin, bagaimana asupan gizinya, kondisi hariannya, diantarkan ditungguin sampai dia melahirkan. Kalau sampai dia melahirkan mereka ditunggui, Insya Allah ini bisa mengurangi risiko kematian yang ada," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Semarang, Selasa.

Ganjar menyebutkan, salah satu upaya paling efektif dalam penurunan angka kematian ibu melahirkan adalah peningkatan sumber daya manusia, yang kemudian bisa saling mengawal, dan mengawasi periode kehamilan.

Menurut Ganjar, hal itu berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia dan Pemprov Jateng sudah mempunyai Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) serta Program "One Student One Client".

Ganjar menjelaskan, "One Student One Client" merupakan program pendamping 5NG, di mana setiap ibu hamil mendapat pendampingan dari sukarelawan.

"Sebenarnya `student` itu tidak berarti harus mahasiswa, tetapi juga bisa kelompok masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, pemerhati, kelompok atau pihak manapun yang peduli," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Ganjar pada Pertemuan Steering Committe untuk Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir di Provinsi Jateng.

Ganjar meminta dari forum tersebut bisa merumuskan reformulasi terkait penanganan angka kematian ibu dan bayi, serta menghendaki masukan apa yang mesti diperbaiki, muncul anggaran, kapasitas, infrastruktur, sistem evaluasi, dan fasilitas.

"Terus saya hitung, berapa rata-rata orang hamil per tahun di Jateng. Yang bermasalah berapa? nah kita cari sukarelawan untuk mendampingi ibu hamil yang bermasalah," katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan sejumlah lembaga sudah menyatakan kesiapannya sebagai upaya penurunan angka kematian ibu melahirkan.

Kendati demikian, Ganjar mengakui jika kontribusi terbesar pada Program "One Student One Client" berasal dari kalangan kampus dan tidak menutup kemungkinan kontribusi berbagai pihak.

Menanggapi tawaran dari Ganjar, salah satu peserta forum dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Catur Yuantari, mengaku siap mengerahkan mahasiswa sebagai sukarelawan.

"Kami siap mengerahkan 200 mahasiswa untuk program `one student one client`," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar