UNS kritisi animo masyarakat terhadap warisan seni

id Fsrd uns, ivce 2018

UNS kritisi animo masyarakat terhadap warisan seni

Rektor UNS Ravik Karsidi saat meninjau IVCE 2018 (Foto: dokumentasi UNS)

 Solo (Antaranews Jateng) - Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret (FSRD UNS) Surakarta mengkritisi animo masyarakat terhadap warisan seni dan budaya yang makin turun seiring dengan perkembangan zaman melalui pergelaran Internasional Visual Culture Exhibition (IVCE) 2018 di Gedung 2 FSRD UNS.
 
   "Semua karya seni rupa yang ditampilkan pada IVCE ini mengusung tema yang sama yaitu "Transcoding" yang berarti sebuah tindakan untuk memproduksi hal baru dari materi yang sudah ada," kata Rektor UNS Ravik Karsidi di Solo, Selasa.

     Ia mengatakan "Transcoding" adalah bagaimana masyarakat bisa meremajakan warisan seni budaya dengan bentuk dan ide-ide yang kreatif. 

     "Ini merupakan sebuah kritik terhadap perubahan dan sangat 
relevan dengan kondisi yang kita hadapi sekarang yaitu era disrupsi 4.0. Selain itu, IVCE 2018 juga mengkritisi makin menipisnya sumber daya alam karena terus-menerus dieksploitasi," katanya.

     Meski demikian, dikatakannya, para seniman juga harus mengikuti perkembangan zaman. Lebih baik lagi, jika mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

     Sementara itu, Ketua Penyelenggara IVCE 2018 Sigit Purnomo mengatakan ada sekitar 20 perupa internasional yang berpartisipasi dalam pameran yang diselenggarakan selama enam hari, yaitu mulai tanggal 24-29 September 2018 ini.

      "Di antaranya ada dari Afganistan, Jerman, Malaysia, Shanghai, Phnom Penh, Toronto, Marseiles, dan New Zealand. Sedangkan perupa lokal kebanyakan berasal dari Surakarta dan Yogyakarta," katanya.

     Ia mengatakan dalam proses seleksinya FSRD UNS merekrut dua kurator eksternal dengan kualifikasi internasional yaitu Kurator Galeri Nasional Indonesia A Sudjud Dartanto dan Dosen Faculty of Applied and Creative Arts, UNIMAS Malaysia Yakup Mohd Rafee.

     "Selain itu juga ada kurator internal yang berasal dari FSRD UNS yaitu Narsen Affatara, Nanang Rizali, Bedjo Riyanto, dan Deny Tri 
Ardianto," katanya.

     Ia mengatakan masing-masing kurator memiliki standar penilaian yang berbeda sehingga proses seleksi makin ketat.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar