Berikan kemudahan, BPJS Kesehatan terapkan rujukan online Program JKN-KIS

id bpjs kesehatan, eduasi

Berikan kemudahan, BPJS Kesehatan terapkan rujukan online Program JKN-KIS

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Bimantoro (kanan) dan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Semarang Lilik Farida (kiri) saat menjelaskan mengenai rujukan online Program JKN-KIS di Semarang, Senin. (Foto: Nur Istibsaroh)

Semarang (Antaranews Jateng) - BPJS Kesehatan telah menerapkan rujukan online pada progam Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan tujuan memberikan kemudahan dan kepastian bagi peserta untuk mendapatkan layanan rujukan.

"Rujukan online memberikan kemudahan kepada masyarakat, karena cukup dengan menggunakan smartphone bisa pesan dari rumah dan tidak perlu antri," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Bimantoro di Semarang, Senin.

Penerapan rujukan online, lanjut Bimantoro, diharapkan menjadikan peserta JKN KIS mendapatkan kepastian waktu pelayanan dengan kompetensi dan radius faskes terdekat, serta mengurangi antrian yang menumpuk pada fasilitas kesehatan rujukan dengan memberikan opsi tujuan kepada peserta, karena dengan rujukan online akan terlihat di aplikasi jumlah peserta yang sudah dirujuk.

Bimantoro menjelaskan dengan rujukan online, maka FKTP bisa membaca informasi-informasi yang tersedia di FKRTL/RS seperti ketersediaan dokter spesialis/subspsesialis, ketersediaan sarana/prasarana, jadwal prakti88k, kapasitas pelayanan, masa berlaku Surat Izin Praktik (SIP) Dokter, dan informasi lain yang sebelumnya telah diinput oleh FKRTL/RS melalui Aplikasi HFIS (Health Facilities Information System).

"Dengan informasi yang cukup tersebut, maka dokter di FKTP dan juga pasien JKN dapat memilih RS tujuan rujukan yang sesuai dengan kebutuhan medis, kepastian dokter yang dibutuhkan, kepastian jam layanan  dengan jarak yang terdekat dan berjenjang, sehingga akan terhindar dari penumpukan antrian pasien di RS," jelas Bimantoro.

Di wilaya5h BPJS Kesehatan Cabang Semarang, lanjut Bimantoro, penerapan rujukan online dilaksanakan melalui tiga tahapan fase uji coba yang terdiri dari fase pengenalan (per 15 – 31 Agustus), fase penguncian (1-15 September), dan fase pengaturan (16-30 September 2018) sesuai dengan yang dijadwalkan oleh kantor pusat secara Nasional.

Bimantoro menjelaskan rujukan online yang saat ini diterapkan merupakan pengembangan dari sistem rujukan yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan tetap mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No.001 Tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan, dimana saat ini lebih diperkuat dengan adanya integrasi sistem dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL/RS).

Bimantoro berharap per 1 Oktober 2018 peserta JKN sudah memahami dengan baik maksud dan tujuan dari diterapkannya sistem rujukan online melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara masif baik langsung atau tidak langsung, baik kepada peserta maupun melalui fasilitas kesehatan.

"Harapannya per 1 Oktober 2018, bisa dipastikan tidak adanya kendala di seluruh fasilitas kesehatan dalam implementasi sistem rujukan online," katanya.

Dari data BPJS Kesehatan pada Agustus 2018 menunjukkan jumlah kunjungan peserta di FKTP di Kota Semarang sebanyak 239.386 kunjungan dan untuk rujukan sebanyak 35.330, sedangkan untuk wilayah Kabupaten Demak jumlah kunjungan pada Bulan Agustus di FKTP sebanyak 112.344 kunjungan dan rujukan sebanyak 7.846.

Jika dilihat dari besarnya angka kunjungan FKTP, serta kebutuhan pasien untuk dirujuk ke RS, maka adanya sistem rujukan online yang terintegrasi tersebut dapat mendeteksi adanya penumpukan antrian di RS sebelum pasien sampai di RS, sehingga antrian panjang pasien dapat dihindari.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang Lilik Farida menambahkan bahwa seluruh FKTP di Kota Semarang telah menerapkan rujukan online.

"Seluruh Puskesmas dan RS telah menerapkan rujukan online dan kami terus melakukan edukasi ke masyarakat seperti mengenai batas rujukan," kata Lilik.  

Lililk menambahkan bahwa di tingkat FKTP (puskesmas) seharusny bisa menangani 144 penyakit dan di luar dar jumlah tersebut diperlukan rujukan dan permasalahannya hingga saat ini dari FKTP masih tinggi yakni 17 persen (standarnya kurang dari 10 persen.

Lilik berharap masyarakat dapat memperhatikan kesehatan terutama yang memiliki potensi hilertensi dan DM dengan terus melakukan pemeriksaan dan pengobatan rutin sehingga tidak terjadi gagal ginjal dan gagal jantung. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar