Titik api kembali muncul di hutan Gunung Sumbing

id titik api sumbing

Titik api kembali muncul di hutan Gunung Sumbing

Titik api atau kepulan asap kembali muncul di kawasan Gunung Sumbing setelah kebakaran di daerah tersebut dinyatakan padam pada Jumat (21/9). (Dok. BPBD Kabupaten Temanggung)

Temanggung (Antaranews Jateng) - Titik api kembali muncul di hutan kawasan Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu siang, setelah Jumat (21/9) lalu kebakaran di wilayah tersebut dinyatakan telah padam.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi di Temanggung, Minggu, mengatakan titik api kembali muncul di petak 20-1 Resor Pemangku Hutan Kecepit, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan Temanggung yang masuk wilayah Desa Pagergunung, Kecamatan Bulu.

Menurut dia kebakaran tersebut terpantau petugas yang berada di Posko Kledung dan Pos Pagergunung sekitar pukul 10.45 WIB.

"Petugas yang memantauan di Pos Kledung dan Pos Desa Kecepit melihat adanya kepulan asap di petak 20-1 kemudian melapor kepada pimpinan posko, kemudian sejumlah personel yang siap siaga di posko bergerak menuju titik api," katanya.

Ia menuturkan diduga api berasal dari kebakaran yang belum dapat dipadamkan secara tuntas pada kejadian kebakaran sebelumnya.

Ia mengatakan jenis tanaman atau vegetasi hutan yang terbakar berupa serasah bagian dalam atau humus.

"Sumber api atau penyebab kebakaran adalah bekas kebakaran yang terjadi pada 11 September 2018 masih menyimpan bara api yang belum dapat dipadamkan secara tuntas berada di serasah bagian dalam," katanya.

Ia mengatakan karena adanya angin kencang dan udara yang panas kemudian bara api membesar dan menibulkan kepulan asap.

Kondisi terakhir, katanya api dapat dipadamkan oleh tim gabungan, namun masih terdapat kepulan asap sisa kebakaran berupa tunggak dan serasah pada tiga titik.

Ia menyampaikan pemadaman kebakaran Gunung Sumbing hari ini berlangsung sekitar 4,5 jam yaitu mulai pukul 11.00 hingga pukul 15.30 WIB.

Ia menjelaskan, pada pukul 15.30 WIB kondisi mulai gelap karena adanya kabut tebal dan demi keselamatan personel serta mengingat situasi malam hari yang gelap dan kondisi lapangan yang berjurang maka diputuskan semua personil untuk turun dan pemadaman akan dilanjutkan kembali pada Senin (24/9) pagi.  
 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar