Direktur Riset Bekraf akui Indonesia miliki keterbatasan ruang ekspresi

id Indonesia memang memiliki keterbatasan, ruang ekspresi

Direktur Riset Bekraf akui Indonesia miliki keterbatasan ruang ekspresi

Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bekraf Wawan Rusiawan memberikan presentasi dalam Animakini 2018 di Jakarta, Jumat (21/9/2018). (Antara News/Aji Cakti)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Animasi Indonesia butuh lebih banyak ruang untuk berekspresi, ujar Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia Wawan Rusiawan.

"Kita memang sangat punya keterbatasan ruang ekspresi, seperti di televisi banyak sekali tayangan animasi-animasi impor. Kita ingin membuka ruang dan sudah beberapa kali mencoba itu  namun juga belum menunjukkan keberhasilan seperti yang diharapkan para animator, kita ingin membuka ruang-ruang lain yang bisa menjadi tempat berekspresi untuk animasi Indonesia," katanya kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Dia juga mengatakan bahwa Bekraf  ingin bergerak cepat untuk membuka ruang-ruang berekspresi ini, karena banyak sekali produksi-produksi animasi kita yang baik namun tidak memiliki ruang berekspresi.

Pihaknya berharap ada yang lebih berpengalaman untuk membuka ruang berekspresi animasi Indonesia dan ke depannya Bekraf ingin menambah ruang berekspresi bagi para animator Indonesia untuk bisa menampilkan karyanya.

"Harapan kami, pihak-pihak yang memiliki ruang berekspresi tersebut bisa mengapresiasi dan mencoba untuk bertemu dengan Bekraf maupun teman-teman pelaku. Kami siap memfasilitasi, ingin berdialog dengan para investor,  televisi dan pihak manapun yang memiliki media ekspresi untuk bisa berkolaborasi mengembangkan animasi Indonesia," kata Wawan.

Menurut dia, salah satu yang penting dalam dunia animasi bahwa sebelum animasi itu dijual ke luar negeri, tentunya harus mendapatkan apresiasi terlebih dahulu di negeri sendiri. (Editor : Subagyo).
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar