Lima kecamatan di Batang rawan penyalahgunaan narkoba

id narkoba batang, BNN

Lima kecamatan di Batang rawan penyalahgunaan narkoba

Wakil Bupati Batang Suyono (Kanan) didamping Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang Teguh Budi Santosa (berbaju putih). (Foto Kutnadi)

Batang  (Antaranews Jateng) - Sebanyak lima wilayah kecamatan di Kabupaten  Batang, Jawa Tengah, rawan terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya sehingga masyarakat diimbau waspada terhadap peredaran barang yang memabukan tersebut.

     Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang Teguh Budi Santosa di Batang, Rabu, mengatakan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba kini semakin merajalela dan masuk ke semua segmen baik pelajar dan anak hingga ke pelosok desa.

     "Adapun penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lima kecamatan tersebut yaitu berada di wilayah pantai utara karena letak geografisnya yang sangat memungkinkan terjadinya peredaran gelap narkoba," katanya.

     Sebanyak lima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Batang, Subah, Banyuputih, Limpung, dan Gringsing.

     Ia mengatakan untuk mengantisipasi dan mempersempit peredaran gelap narkoba, BNN terus menggiatkan kegiatan sosialisasi dan berkunjung ke tempat sekolah dan komunitas masyarakat.

     "Kita akan terus membentengi pada generasi bangsa dari pengaruh narkoba dengan berkunjung ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat untuk sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)," katanya.

     Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan masyarakat harus ada komitmen untuk membenci dan memberantas peredaran maupun  penyalahgunaan narkoba karena hal ini merupakan bagian dari kejahatan yang luar biasa.

     "Kami berharap ada proteksi di lingkungan masyarakat dan sekolah dengan cara mendoktrin untuk membenci narkoba. Saat ini para pelaku kejahatan terus melakukan inovasi dan kreatifitas untuk mengedarkan narkoba," katanya. 

     Ia meminta karakter dan budaya kearifan lokal bangsa untuk terus ditingkatkan dan perlu ada kreatifitas dan inovasi dalam mensosialisasikan agar masyarakat benci terhadap narkoba, terutama bagi pemuda dan remaja.

     "Setiap kunjungan ke desa dan lingkungan sekolah, saya tidak bosan-bosan selalu tekankan agar menjauhi dan benci narkoba karena bahayanya menggunakan narkoba akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar