Produksi melimpah, harga sayuran di tingkat petani Purbalingga anjlok

id kades serang sugito

Produksi melimpah, harga sayuran di tingkat petani Purbalingga anjlok

Kepala Desa Serang Sugito. (Foto: Sumarwoto)

Purbalingga (Antaranews Jateng) - Harga sayuran di tingkat petani Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, anjlok karena produksinya bagus dan melimpah.

"Alhamdulillah di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, tetap ada hujan meskipun musim kemarau sehingga hasil pertanian khususnya tanaman sayuran menjadi bagus dan produksinya tinggi," kata Kepala Desa Serang Sugito di Purbalingga, Jumat.

Oleh karena produksinya tinggi atau melimpah, kata dia, harga sayuran di tingkat petani menjadi murah.

Dia mencontohkan harga tomat di tingkat petani saat sekarang hanya sebesar Rp1.500 per kilogram, sawi hijau Rp500/kg, cabai rawit hijau maupun cabai merah besar Rp10.000/kg, kubis Rp2.500/kg, dan wortel Rp1.500/kg.

Menurut dia, petani sayuran masih bisa menikmati sedikit keuntungan meskipun harganya anjlok karena dalam kondisi cuaca seperti saat sekarang, biaya pemeliharaan tanaman tidak terlalu tinggi.

"Kalau curah hujan tinggi, harga cenderung mahal karena biaya produksi naik akibat penyemprotan obat harus dilakukan secara intensif. Kalau seperti sekarang ini, fungsidanya tidak terlalu dibutuhkan," katanya.

Lebih lanjut, Sugito mengatakan hingga saat ini masih terjadi disparitas harga yang cukup tinggi di tingkat petani dengan pedagang di pasar.

Dia mencontohkan harga cabai merah besar di pasar tradisional Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada hari Jumat (14/9) masih sebesar Rp30.000/kg, sedangkan cabai rawit hijau mencapai Rp32.500/kg.

"Padahal harga cabai merah besar maupun cabai rawit hijau di tingkat petani hanya sebesar Rp10.000/kg. Itu tidak adil bagi petani," katanya.

Ia mengatakan disparitas harga yang tinggi itu terjadi karena rantai distribusi komoditas sayuran cukup panjang.

Dalam hal ini, kata dia, komoditas sayuran yang dibeli pedagang untuk dijual di pasar tradisional Purwokerto itu sudah melewati sekitar tiga hingga empat pengepul sehingga berpengaruh terhadap harga jual.

Oleh karena itu, dia mengharapkan rantai distribusi komoditas sayuran bisa dipangkas agar petani dapat menikmati harga yang layak dan konsumen dapat memperolehnya dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

"Seandainya petani bisa menjual langsung ke pedagang di pasar, kemungkinan harga untuk konsumen tidak terlalu tinggi dan petaninya juga bisa mendapatkan harga yang layak. Meskipun selisih Rp500 kan lumayan bagi petani," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar