Selain helikopter, pemadaman manual juga dilakukan di Sindoro-Sumbing

id pemadaman sindoro sumbing

Selain helikopter, pemadaman manual juga dilakukan di Sindoro-Sumbing

Helikopter jenis MBB Bo 105 milik BNPB mendarat di Lapangan Kledung Temanggung, Kamis (13/9) (Foto: Heru Suyitno)

Temanggung (Antaranews Jateng) - Pemadaman api secara manual tetap dilakukan di kawasan kebakaran hutan di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
   
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi di Temanggung, Jumat, mengatakan rencananya hari ini mau dilakukan pemadaman api dengan pengeboman air dari helikopter, namun pemadaman secara manual tetap dilakukan.

"Hari ini diterjunkan sekitar 160 personel untuk melakukan pemadaman secara manual di Gunung Sindoro maupun Sumbing," katanya.

Ia menyebutkan kebakaran di Gunung Sumbing saat ini terjadi di petak 27-2 dan petak 20-1, kemudian di Gunung Sindoro terjadi di petak 10-5.

Petak 27-2 masuk Resor Pemangku Hutan (RPH) Kemloko Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung, sedangkan petak 20-1 RPH Kecepit BKPH Temanggung.

Ia mengatakan luasan lahan yang terbakar di Gunung Sumbing sekitar 393 hektare dan di Gunung Sindoro sekitar 385 hektare.

Ia menuturkan untuk mendukung pemadaman menggunakan helikopter, Jumat pagi sedang dilakukan survei tempat pengambilan air di dua lokasi, yakni di Embung Kledung Temanggung dan di Telaga Menjer Kabupaten Wonosobo.

"Pagi ini kami baru melakukan survei tempat pengambilan air, apakah airnya mencukupi. Paling cepat nanti sehabis jumatan baru bisa dilakukan pemadaman menggunakan helikopter," katanya.
 
Seperti diketahui helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang akan digunakan untuk memadamkan api di Sindoro dan Sumbing telah mendarat di Lapangan Kledung, Temanggung pada Kamis (13/9) sore. 
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar