Mensos minta keluarga penerima manfaat segera mandiri

id Mensos, bpnt

Mensos minta keluarga penerima manfaat segera mandiri

Mensos saat menyaksikan proses transaksi para e-warong (Foto: Aris Wasita)

Solo (Antaranews Jateng) - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengharapkan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan nontunai (BPNT) dan bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) segera mandiri sehingga tidak lagi bergantung pada subsidi pemerintah.

"Di Solo itu kan jumlah penduduknya pada siang hari mencapai 2 juta orang, kalau malam hari sekitar 500.000 orang. Meningkatnya jumlah penduduk pada siang hari tersebut merupakan pasar yang sangat potensial," katanya pada penyaluran BPNT dan bantuan sosial PKH di Kecamatan Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis.

Ia berharap masyarakat khususnya ibu rumah tangga mau memanfaatkan potensi tersebut dengan membuka usaha kecil. 

Menurut dia, jika kemudian hari KPM tersebut mengalami kenaikan tingkat dari sisi perekonomian, pemerintah tidak akan lepas tangan.

"Kami akan terus mendampingi dengan melakukan pendampingan sesuai dengan jenis-jenis usaha yang ingin digeluti oleh ibu-ibu. Bangga bagi saya jika tahun depan tercipta pelaku usaha baru. Untuk pasarnya ke mana akan kami bantu," katanya.

Ia mengatakan mengenai penyaluran BPNT dan bantuan sosial PKH tersebut merupakan upaya Presiden Joko Widodo mengentaskan kemiskinan. Terkait dengan hal itu, pihaknya terus berupaya melakukan penyempurnaan.

"Keberhasilan dari program ini, di antaranya tepat sasaran, tepat guna, tepat waktu, tepat harga, tepat manajemen. Ini pekerjaan yang tidak mudah, tetapi kami terus melakukan peningkatan," katanya.

Sementara itu, untuk memudahkan masyarakat saat ini pihaknya mengeluarkan terobosan layanan antar untuk penyaluran komoditas yang bisa dibeli melalui BPNT, yaitu beras dan telur ayam.

"Kami memperoleh bantuan dari BNI berupa 4 unit sepeda motor yang dilengkapi dengan bak terbuka untuk mempermudah proses mengantar komoditas dari e-warong sebagai penyedia komoditas kepada KPM," katanya.

Kemudahan lain adalah pihaknya memperbanyak pembentukan e-warong. 

Ia mengatakan untuk di Kota Solo saat ini jumlah e-warong sebanyak 98 dari total kebutuhan 113.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Andi ZA Dulung mengatakan jumlah penerima BPNT di Kota Solo sebanyak 28.384 KPM yang tersebar di 5 kecamatan.

"Sebagai rinciannya untuk PKH sebanyak 13.215 KPM dan non-PKH sebanyak 15.169 KPM. Untuk jumlah bantuan yang disalurkan sebesar Rp37.466.880.000," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar