Aplikasi Si Bahenol 10 Besar Inovasi Terbaik Jateng

id pemkot magelang, si bahenol

Aplikasi Si Bahenol 10 Besar Inovasi Terbaik Jateng

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina (kanan) bersama Kepala BPKAD Larsita (kiri) menunjukkan penghargaan inovasi terbaik Jateng melalui aplikasi Sistem Informasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan secara Online (Si Bahenol) di Pemalang, Sabtu (18/8). (Foto: Dokumen Humas Pemkot Magelang)

Magelang (Antaranews Jateng) - Aplikasi Sistem Informasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan secara Online (Si Bahenol) milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Magelang masuk 10 besar inovasi terbaik Jawa Tengah.

"Kami sangat bangga dan mengapresiasi dengan diraihnya penghargaan 'Best 10 Pelayanan Publik' oleh BPKAD Kota Magelang dengan produk unggulan Si Bahenol ini," ujar Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina usai menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu di Pemalang, Sabtu.

Ia mengharapkan penghargaan tersebut menyemangati organisasi perangkat daerah lainnya di lingkungan Pemkot Magelang untuk membuat inovasi-inovasi baru.

"Sehingga pelayanan publik kepada masyarakat dapat lebih baik, transparan, cepat, dan mudah. Apalagi Si Bahenol ini bisa diakses secara 'online' (secara dalam jaringan)," katanya seperti rilis dari Bagian Humas Pemkot Magelang.

Ia meminta BPKAD untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Jangan berpuas diri. Meraih penghargaan 10 terbaik harus bisa lebih ditingkatkan lagi," katanya.

Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Kota Magelang,Wikan Kanugroho menambahkan,penghargaan tersebut hasil kerja keras bersama.

"Karena ini kompetisi, ada inovatornya, ada pendukungya. Semuanya adalah kerja bersama," katanya.

Dia menyebutkan aplikasi Si Bahenol merupakan satu dari 229 inovasi yang mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Provinsi Jawa Tengah,

Jumlah tersebut kemudian melalui proses tahapan penyaringan hingga menjadi 170, kemudian mengerucut menjadi 20 besar.

"Kita sempat masuk 20 besar bersama aplikasi Pak Waris Disdukcapil. Setelah melalui presentasi di hadapan tim juri independen, yang lolos hanya Si Bahenol. Tim pun sempat melakukan verifikasi ke lapangan untuk tahapan seleksi 10 besar," katanya.

Dia berharap, aplikasi itu ke depan bisa diintegrasikan dengan Kantor Pertanahan maupun Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Magelang.

"Karena aplikasi ini berbasis internet. Ketika berkas Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bisa kita selesaikan, validasinya bisa diselesaikan di Kantor Pertanahan tanpa berkas manual," kata dia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan 10 besar inovasi terbaik Jawa Tengah.

"Terima kasih kepada bupati/wali kota yang semuanya mempunyai tanggung jawab penuh di wilayah masing-masing untuk membereskan berbagai masalah yang ada," katanya. (hms)

Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar