Wabup Batang apresiasi karya lukis napi Rowobelang

id seni lukis, napi

Wabup Batang apresiasi karya lukis napi Rowobelang

Wakil Bupati Batang Suyono (baju putih) didampingi Sekda Nasikhin, serta Kepala Rutan Rowobelang M. Ilham Agung Setyawan foto bersama memamerkan karya seni lukis yang dibuat oleh oleh warga binaan rutan. (Foto Kutnadi)

Batang (Antaranews Jateng) - Wakil Bupati Batang Suyono mengapresiasi karya seni lukis dan produk ekonomi kreatif warga binaan Rumah Tahanan Negara Rowobelang yang dipamerkan saat perayaan Hari Ulang Tahun Ke-73 Kemerdekaan RI, Jumat.

"Karya seni lukis yang dibuat olah warga binaan Rutan Rowobelang sangat bagus dan patut diapresiasi. Kami berharap pada warga binaan bisa terus melanjutkan karya seni setelah bebas dari hukuman dan berkarya di tengah masyarakat," katanya di Batang, Jumat.

Dia mengatakan warga binaan Rutan Rowobelang memiliki talenta seni yang luar biasa. Mereka mampu mengeksplorasi apa yang ada pada pikiran mereka menjadi suatu karya yang patut dibanggakan.

Pemkab, kata dia, siap memberikan peluang karya seni lukis dan produk ekonomi kreatif mereka untuk dipamerkan pada "Art Festival" dan "Ekspo Batang 2018".

"Kami berharap pada warga binaan ini tetap menekuni profesi karya seni lukis ini agar menjadi pelukis yang profesional. Ini menunjukkan bahwa warga binaan masih bisa tetap berkarya meski sedang menjalani hukuman," katanya.

Kepala Rutan Rowobelang Batang M. Ilham Agung Setyawan mengatakan karya seni lukis para narapidana akan diserahkan kepada pemerintah daerah setempat.

"Sebanyak 73 seni lukis karung goni ini akan kita serahkan pada pemkab. Adapun satu di antara tujuan melukis ini adalah membentuk rasa persatuan dan kesatuan pada warga binaan," katanya.

Sekitar 73 karya seni yang dibuat warga binaan, kata dia, adalah lukisan para pahlawan, seperti Pangeran Diponegoro dan Cut Nya Dien, Ki Hajar Dewantoro, dan Moh Hatta.

"Kami mengedepankan karya seni lukis para pahlawan agar mereka lebih memahami perjuangan dan kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia ini bukan pemberian dari para penjajah tetapi adanya pengorbanan harta, jiwa, dan raga. Ini mencontohkan bagi kita semua bahwa perjuangan harus diisi dengan perbuatan dan karya yang baik, begitu juga bagi warga binaan," katanya.

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar