Juliari yakin pemilih Jokowi tidak berpaling

id juliari, jokowi, pilpres

Juliari yakin pemilih Jokowi tidak berpaling

Semarang - Anggota DPR RI Juliari P Batubara bersalaman dengan masyarakat saat kunjungan kerja dan resesnya di Kecamatan Semarang Tengah, Semarang, Selasa (14/8). (Foto: Zuhdiar Laeis)

Semarang (Antaranews Jateng) - Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Juliari P Batubara yakin kalangan pemilih milenial tidak akan berpaling dari Joko Widodo meski disandingkan dengan calon wakil presiden yang bukan dari kalangan muda.

"Saya kok yakin Pak Jokowi masih punya daya tarik tinggi untuk pemilih pemula," katanya, di Semarang, Selasa, menanggapi dipilihnya sosok KH Ma'ruf Amien yang merupakan ulama sepuh sebagai calon wakil presiden pendamping Jokowi.

Hal tersebut diungkapkan Ari, sapaan akrab Juliari di sela kunjungan kerja dan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Komisi VI tersebut di Kecamatan Semarang Tengah, Jawa Tengah.

Profesor KH Ma'rif Amin adalah ulama kelahiran Tangerang (masa pendudukan Jepang) 11 Maret 1943 yang menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ari tidak meragukan keputusan Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, sebab merupakan perpaduan tepat antara nasionalis dan religius.

"Jadi, kami tak ragu. Artinya, pemilih baru atau istilahnya milenial akan lari dari Pak Jokowi, tidak," kata legislator dari Daerah Pemilihan Jateng I yang meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Semarang itu.

Kesuksesan Mahatir Muhammad terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Malaysia pada usianya yang ke 92, lanjut dia, tidak ada hubungannya juga keputusan Jokowi yang memilih Ma'rif Amin dari sekian nama cawapres yang dikantonginya.

"Saya kira tidak ada juga hubungannya dengan Mahatir. Ini kan bagus kaum nasionalis dan religius bersatu. Ini juga untuk menepis keraguan bahwa Pak Jokowi dianggap tidak dekat dengan ulama, tidak dekat dengan kelompok Islam tradisional," katanya.

Justru dengan pencawapresan Ma'ruf Amin, kata Ari, menjawab keragu-raguan dari masyarakat tentang ketidakdekatan Jokowi dengan kalangan ulama.

"Jadi, dengan bergabungnya tokoh nasionalis dan religius, saya kira bagus untuk masa depan bangsa dan negara. Target kami, menang pastinya," katanya optimistis.

Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar