Sahabat Mbak Rerie bantu kaum difabel Jepara, Kudus, dan Demak

id komunitas mbak rerie, bantu kaum difabel,Lestari Moerdijat,kick andy,kudus

Sahabat Mbak Rerie bantu kaum difabel Jepara, Kudus, dan Demak

Kudus (Antaranews Jateng) - Komunitas Sahabat Mbak Rerie bersama Kick Andy Foundation menyerahkan 30 kaki palsu, 42 kursi roda, dan 38 buku perpustakaan untuk kaum difabel di Kabupaten Jepara, Demak, dan Kudus, Jawa Tengah, Selasa.

Bantuan sosial di sela-sela program Kick Andy (offair) dengan tema "Perempuan Tangguh" yang digelar di Hotel Griptha Kudus, Selasa, langsung diserahkan oleh Vice President Media Group (MG) Lestari Moerdijat.

"Bantuan ini semoga dapat bermanfaat dan memudahkan aktivitas saudara-saudara kami para difabel," kata Mbak Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat yang juga Korwil Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Jateng itu.

Acara yang dipandu Andy F. Noya dan menghadirkan dua "Perempuan Tangguh" Lestari Moerdijat dan Irma Suryati itu cukup menginspirasi 1.200 undangan yang menyaksikan acara tersebut.

Hadir pula Dewan Pembina Sahabat Lestari, Saur Hutabarat, Ketua DPD NasDem Jateng Setyo Maharso, Ali Mahir (anggota DPR RI), dan perwakilan kampus dari Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara.

Irma merupakan penyandang cacat yang menjadi wirausahawan sukses yang memproduksi keset dari kain perca. Perempuan asal Kebumen itu mempekerjakan para penyandang difabel, mantan PSK, dan ODHA (orang yang hidup dengan HIV/AIDS).

Keset produksinya dikenal dengan keset berkarakter dan sudah diekspor hingga Australia dan Singapura.

Rerie Moerdijat yang tetap eksis sebagai penyintas (survivor) kanker payudara dalam kesempatan itu memberi kesaksian.

"Saya mengidap hertu positif, kanker payudara dengan tingkat keganasan paling tinggi. Dokter sudah memvonis saya hanya punya peluang hidup 5 tahun. Dengan pengobatan yang rutin saya lakukan hingga ke luar negeri, kata dokter diberi bonus hingga 10 tahun," ungkap Rerie di depan ratusan penonton.

Menurut Rerie, vonis dokter itu semula kiamat kecil baginya. Akan tetapi, dia mengaku ingin menikmati hidup dengan hal-hal yang bermanfaat.

"Hidup dan mati itu ada di tangan Tuhan. Jangan terpaku pada vonis dokter. Mari, nikmati, syukuri, dan jalani hidup ini dengan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain di sekitar kita," ujarnya, khususnya kepada para survivor kanker di mana pun berada.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar