Komunitas di Temanggung galang dana korban gempa Lombok

id galang dana

Komunitas di Temanggung galang dana korban gempa Lombok

Berbagai komunitas di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggalang dana untuk disumbangkan kepada korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Heru Suyitno)

Temanggung (Antaranews Jateng) - Berbagai komunitas di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggalang dana untuk disumbangkan kepada korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Koordinator penggalangan dana, Luqman dari komunitas Kampung Dongeng Indonesia di Temanggung, Minggu, mengatakan ada sebanyak 38 komunitas di Temanggung ikut bergabung untuk penggalangan dana bagi korban gempa bumi Lombok.

Ia mengatakan kemanusiaan adalah kata paling mujarab untuk menyatukan seluruh kalangan.

"Rasa kemanusiaan dan kepedulian, berbagai macam komunitas di Temanggung bersatu untuk membantu saudara kita di Lombok yang sedang terkena musibah," katanya.

Ia mengatakan bukan hanya sekadar doa tetapi juga uluran tangan dari semua pihak dibutuhkan oleh saudara-saudara di Lombok.

Aksi yang diinisiasi oleh Masyarakat Relawan Indonesia Daerah Temanggung ini berasal dari berbagai kalangan dan profesi.

Aksi penggalangan dana dilakukan dalam dua sesi, yakni Minggu pagi pada kegiatan Car Free Day sekitar alun-alaun Temanggung. Selain dongeng, di sesi pertama penggalangan dana juga ditampilkan atraksi lainnya berupa senam ceria kampung dongeng, pantomim, dan persembahan musik dari Quena siswa SD N 1 Jampiroso.

Penampilan musikalisasi puisi dan akustik dilakukan pada sesi dua di sekitar Tugu Pancasila. Musikalisasi puisi dilakukan oleh komunitas sastra KS3G, sedangkan akustik ditampilkan dari SMKN Tembarak.

Dalam sesi dua ini Ika Puspitasari selaku Ketua MRI Temanggung bertindak sebagai koordinator Aksi sekaligus Koordinator Umum aksi.

Selain di Tugu Pancasila, penggalangan dana juga dilakukan di titik lain, yakni Perempatan BCA, Pertigaan Maron, Perempatan Terminal, Perempatan Geneng, dan Pasar Temanggung.

Selain perform dari berbagai komunitas dan penggalangan dana di jalan, komunitas Bagi Nasi Jumat Temanggung juga menyediakan 1.200 snack, 15 dus air mineral, dan 10 dus teh.

Dalam penggalangan dana ini, pengunjung car free day dipersilakan mengambil makanan tersebut dengan membayar seikhlasnya. Tidak ketinggalan pula Wenska Kahve juga melakukan aksi serupa dengan membuka boot kopi di titik utama aksi galang dana.

Seluruh hasil donasi akan disalurkan melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Secara rinci komunitas yang bergabung dalam aksi kemanusiaan tersebut, yakni Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Kampung Dongeng, KSR PMI, Keluarga Studi Sastra 3 Gunung (KSS3G), 234 SC, Bagi Nasi Jumat, ANT PALA, Germapala, Orang Awam, KPGIR Bawonmateng, Mendres, REMET (Revolusi Mental Temanggung), MANPALA, Cita Rasa Kebaikan Pelajar (CAKEP), Koforte, TMGAC (Aeromodeling), Komsat (menembak), DOT.com (Drone), Perpani (Panahan), RC Car, Generasi Pendaki Jateng, Laskar Bersenyum, Empis-empis, Komunitas Taman Pancasila, Forum Anak Temanggung, Gerakan Masi Berbagi, Garmupala, Family Sedulur Temanggung, BIT, IKKT, KBH, Temanulis, Tasmania, Wenska Kahve, Kecanduan Sedekah, GMNI, dan KLS.

Pewarta :
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar