BTN Surakarta target kucurkan kredit perumahan

id Btn, kpr

BTN Surakarta target kucurkan kredit perumahan

Solo (Antaranews Jateng) - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Surakarta, Jawa Tengah, berupaya mengejar target penyaluran kredit perumahan yang masih jauh dari harapan.

"Total target kredit konsumer di BTN Surakarta sepanjang tahun ini sebesar Rp560 miliar, dan Rp160 miliar di antaranya merupakan KPR subsidi dan sisanya adalah kredit konsumer," kata Manajer Cabang BTN Surakarta Rr Anggraini?di Solo, Jumat.

Ia mengatakan untuk kredit konsumer ini di antaranya KPR nonsubsidi, kredit agunan rumah, dan kredit konsumer lainnya.

"Realisasinya kalau sampai saat ini masih 40 persennya. Oleh karena itu, kami harus mengejar ketertinggalan. Beberapa upaya yang kami lakukan adalah meluncurkan KPR Merdeka dan KPR Simpel," katanya.

KPR Merdeka hanya berlaku sepanjang bulan Agustus 2018. Menurut dia, beberapa keringanan yang diberikan di antaranya konsumen boleh tidak mengangsur pokok selama dua tahun dan berhak menikmati diskon provisi dan administrasi masing-masing sebesar 73 persen.

Untuk program KPR Simpel adalah fasilitas KPR yang diberikan konsumen pengembang yang selama ini membeli rumah dengan memakai sistem "cash" bertahap.?

"`Cash` bertahap kan angsurannya jadi lebih besar, misalnya harga rumah Rp500 juta, kalau angsuran selama dua tahun maka setiap angsurannya paling tidak Rp20 juta. Jika sewaktu-waktu si pembeli keberatan dalam mengangsur maka bisa kami ambil alih," katanya.

Ia mengatakan program tersebut merupakan momentum bagi BTN untuk mendongkrak penyaluran kredit.

Sementara itu, dikatakannya, target penyaluran kredit pada tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp300 miliar.

"Tahun lalu realisasinya juga tidak sampai 100 persen karena kondisi pasar memang masih lesu. Kami berharap penjualan developer di Solo pada tahun ini bisa membaik tetapi kenyataannya tidak bisa secepat itu," katanya.

Ia mengatakan khusus rumah subsidi kendalanya adalah rumah yang akan dijual ke konsumen belum siap. Sebagaimana diketahui, rumah subsidi tidak bisa dijual dengan sistem inden, yaitu hanya bisa dijual jika kondisi rumah sudah jadi.

"Sebetulnya kami ada simpanan persetujuan kredit rumah subsidi sekitar 400 orang tetapi belum diakadkan karena rumah belum jadi dan perizinan belum `clear`," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar