Dewi Aryani: Cantik memang perlu tetapi tetap waspada

id dewi aryani, pdip

Dewi Aryani: Cantik memang perlu tetapi tetap waspada

Doktor Dewi Aryani, M.Si., anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI (tengah). (Dok. pribadi)

Banyak beredar kosmetik tanpa izin edar dan mengandung zat berbahaya di pasar desa.
Tegal (Antaranews Jateng) - Doktor Dewi Aryani, M.Si., anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, mengingatkan kaum hawa bahwa cantik memang perlu tetapi jangan lupa tetap waspada dan jeli dalam memilih produk kosmetik.

Di hadapan peserta sosialisasi bertema "Memilih Kosmetik yang Aman" di Hotel Grand Dian Slawi, Kabupaten Tegal, Kamis, DeAr (sapaan akrab Dewi Aryani) mengatakan bahwa saat ini banyak beredar kosmetik yang secara instan dapat memberi dampak kecantikan, misalnya tiba-tiba menjadi lebih putih, lebih langsing.

"Bahkan, banyak di antara masyarakat yang secara sengaja melakukan tindakan penggunaan kosmetika atau bedah kosmetika bukan oleh pakar," kata DeAr, wakil rakyat asal Daerah Pemilihan 9 (Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kota Tegal) Jawa Tengah.

Sosialisasi itu merupakan salah satu di antara kegiatan DeAr pada masa reses periode 30 Juli s.d. 15 Agustus 2019 di Dapil 9 Jateng. Kali ini DeAr bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang. 

DeAr mengundang 500 orang yang berasal dari berbagai lintas sektor dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tegal, termasuk ketua PKK dari 18 kecamatan. Hadir pula Plt. Kepala Balai Besar POM di Semarang Dra. Zeta Rina Pujiastuti, M.Kes., Apt. sebagai pembicara.

Kepada BBPOM, DeAr menekankan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara rutin dan menjangkau pula pasar tradisional di desa-desa. 

Menurut DeAr, saat ini sudah banyak beredar kosmetik tanpa izin edar dan mengandung zat berbahaya di pasar desa. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk aparat.

Hal itu, selain menghindari dampak berbahaya kosmetik, kata DeAr, para produsen dan pengedar harus mendapatkan hukuman berat.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar