Ribka-Febriana terima penghargaan Djarum Foundation

id djarum foundation

Ribka-Febriana terima penghargaan Djarum Foundation

Pasangan Ganda Putri Indonesia, Ribka Sugiarto Febriana Dwipuji Kusuma, saat menerima penghargaan dari Bakti Olahraga Djarum Foundation, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu. (Foto:Bambang Dwi Marwoto) (Foto:Bambang Dwi Marwoto/)

Karanganyar, Antaranews Jateng - Pasangan putri Indonesia Ribka Sugiarto-Febriana Dwipuji Kusuma yang berhasil mencatatkan nama mereka di pentas dunia, dengan meraih satu-satunya gelar pada Asia Junior Championships 2018, menerima penghargaan dari Bakti Olahraga Djarum Foundation, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu.

Dua atlet Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Djarum yang berhasil mempertahankan prestasi dengan gelar Indonesia di kejuaraan bulu tangkis tingkat Asia U-19 itu, menerima penghargaan berupa uang sebesar Rp60 juta dari Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Menurut Program Direktur Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, Ribka Sugiarto merupakan salah satu talenta emas pebulutangkis belia kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah,? dan berpasangannya, Febriana Dwipuji Kusuma asaj jember Jatim tersebut, pada babak final berhasil mengalahkan pasangan Malaysia, Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, dengan skor 21-12, 21-16, dengan waktu hanya 20 menit.

Menurut Yoppy Rosimin Ribka-Febriana pada semifinal berhasil menyingkirkan unggulan pertama asal Tiongkok, Liu Xuanxuan-Yuting Xia, dengan rubber-game 25-23, 14-21, dan 21-15. Padahal, Liu/Xia merupakan peraih medali perak pada Asia Junior Championshipspada tahun sebelumnya.

Yoppy Rosimin mengatakan ?atas torehan prestasi tersebut Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan penghargaan sebesar Rp60 juta kepada Ribka dan Febriana, ?dan keduanya juga menerima lemari es dua pintu dari Polytron.

"Kami bangga sekali atlet-atlet muda PB Djarum mampu membuktikan potensi mereka dengan meraih prestasi di kejuaraan dunia junior. Penghargaan ini sebagai motivasi semangat mereka untuk terus meraih prestasi lebih besar lagi di level senior ke depan," kata ?Yoppy Rosimin.

Ribka merupakan salah satu contoh atlet berprestasi yang dihasilkan dari Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis. Cerita dara manis ini berlabuh di PB Djarum bermula dari Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis pada tahun 2013. Ribka di antara ribuan peserta berhasil lolos berbagai tahapan di bawah pantauan langsung Tim Pencari Bakat PB Djarum.?

Pasanganya, yakni Febriana tercatat sebagai atlet PB Djarum yang menjadi juara termuda di Kejuaraan Nasional PBSI 2016, ?dan penghuni Pelatnas PBSI peraih gelar juara termuda Indonesia International Challenge 2017.?

Pasangan bertalenta Ribka dan Febriana sebelum menerima penghargaan sempat menyambangi GOR RM Said Karanganyar. Bersama Tim Pencari Bakat PB Djarum, keduanya bertatap muka sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 di Solo Raya.?

"Para peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis, Ribka ini merupakan salah satu contoh nyata pembibitan yang dilakukan PB Djarum sejak usia dini. Terlebih Ribka adalah atlet kelahiran Karanganyar, semoga prestasi Ribka dan Febriana ini bisa menjadi teladan bagi atlet-atlet muda masa depan Indonesia," kata Yoppy.

Ribka/Febriana sudah menjadi pasangan potensial bagi skuad Merah Putih. Dua atlet spesialis ganda ini telah bersinar di sejumlah kejuaraan di tingkat nasional hingga meraih predikat pemain terbaik PB Djarum 2016. Sejak keduanya bergabung di Pelatnas PBSI pada 2017, gelar demi gelar dipersembahkan oleh Ribka danFebriana bagi Indonesia.

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan apresiasi terhadap Ribka juga datang dari kampung Karanganyar, dan memberikan penyambutan khusus atlet bulu tangkis putri daerah ini.

"Ribka kebanggaan warga Karanganyar, sudah melakukan dan membuktikan kepada kita semua. Kami berharap keberhasilan Ribka ini, bisa menjadi motivasi bagi anak-anak di Indonesia di masa depan untuk meraih prestasi seperti dia," kata Juliyatmono.
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar