Kaki terkilir, Dua warga Ungaran pendaki Gunung Sumbing dievakuasi

id Pendaki sumbing

Kaki terkilir, Dua warga Ungaran pendaki Gunung Sumbing dievakuasi

Ilustrasi- Seorang pendaki Gunung Sumbing di perbatasan Kabupaten Magelang dan Temanggung yang cedera kaki berhasil dievakuasi tim SAR gabungan (Foto: ANTARAJATENG.COM/Basarnas Jateng)

Temanggung (Antaranews Jateng) - Tim SAR gabungan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengevakuasi dua pendaki Gunung Sumbing yang mengalami hipotermia dan kaki terkilir.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupàten Temanggung, Gito Walngadi di Temanggung, Minggu,  mengatakan pendaki yang mengalami hipotermia Nadia indah C. (22) warga Ungaran Semarang dan M. Fauzan (24) warga Ungaran mengalami kaki terkilir.

Hipotermia merupakan kondisi mekanisme tubuh kesulitan untuk mengatasi tekanan suhu dingin.

Gito mengatakan  pada hari Sabtu (4/8) sore sebanyak sembilan orang pendaki gabungan  mendaki Gunung Sumbing lewat jalur pendakian Dusun Cepit, Desa Pagergunung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.

Sekitar pukul 22.00 WIB pendaki melaporkan bahwa pendaki membutuhkan bantuan untuk penanganan hipotermia dan kaki terkilir.

Ia mengatakan korban hipotermia atas nama Nadia Indah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dari BPBD ,SAR Kabupaten Temanggung dan Base Camp PALPAG  tiba di base camp Cepit pada Minggu sekitar pukul 09.30 WIB.

Kemudian korban kaki terkilir atas nama M.Fauzan tiba di basecamp pukul 10.15 WIB.

"Kedua korban langsung mendapat penanganan medis setelah berhasil dievakuasi," katanya. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar