Puan: Megawati memberi kesempatan sama bagi putra putri memilih profesi

id puan: megawati berikan kesempatan,sama

Puan: Megawati memberi kesempatan sama bagi putra putri memilih profesi

Menko PMK Puan Maharani memberikan penjelaskan saat menjadi nara sumber di program Rumah Pemilu salah satu stasiun TV Swasta di Jakarta,Sabtu (4/8). Puan mengatakan meski orang tuanya, Megawati Soekarnoputri merupakan Presiden RI namun sangat egaliter dalam mendidik putra putrinya. (Foto Humas PMK)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani secara blak-blakan mengatakan meski ibunya, Megawati Soekarnoputri adalah Presiden Republik Indonesia, namun sangat egaliter dan memberikan kesempatan yang sama bagi putra putrinya dalam memilih profesi.

"Orang tua saya benar-benar egaliter. Saya selalu ditekankan bahwa lelaki dan perempuan itu memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai hal. Meski begitu jika menekuni suatu profesi, harus dilakukan secara profesional," kata Menko PMK Puan Maharani saat menjadi nara sumber peluncuran program Rumah Pemilu di stasiun TV swasta di Jakarta, Sabtu.

Puan Maharani turut menghadiri launching program yang dilakukan oleh Wakil Presiden M. Jusuf Kalla.

Selain Puan Maharani, sejumlah anak mantan Presiden Republik Indonesia layaknya Titik Soeharto, Ilham Habibie dan Alisa Wahid juga menjadi nara sumber program perdana televisi di Kompas Televisi itu.
 
Jakarta, 4/8 (Antara) - Menko PMK Puan Maharani memberikan penjelaskan saat menjadi nara sumber di program Rumah Pemilu salah satu stasiun TV Swasta di Jakarta,Sabtu (4/8). Puan mengatakan meski orang tuanya, Megawati Soekarnoputri merupakan Presiden RI namun sangat egaliter dalam mendidik putra putrinya. Foto Humas PMK.

Dalam kesempatan itu, pembawa acara Rosiana Silalahi menanyakan bagaimana rasanya menjadi anak Presiden kepada para narasumber.

Puan dalam kesempatan itu mengatakan bahwa sebagai anak Presiden waktu itu dijalankan dengan biasa saja. Artinya, ia tidak menginginkan adanya pengawalan dan protokoler berlebihan.

Apalagi, menurut Puan, ketika sang ibu menjadi Presiden RI dirinya juga telah berkeluarga sehingga tak ingin masa bersama keluarga terkekang oleh pengawalan dan protokoler.

Ia juga menceritakan bagaimana didikan orang tuanya, Megawati Soekarnoputri dan Taufik Kiemas (mantan Ketua MPR RI, kini almarhum) yang mengharuskan belajar dan menjalankan perintah agama.

Orang tua juga menanamkan nilai bagaimana kaum lelaki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam segala hal.

Menutup talk show, Rosi membagikan lukisan masing-masing narasumber, dan sempat menyampaikan bahwa sikap politik Presiden dan anak-anaknya boleh berbeda, namun silaturahmi tetap harus dikedepankan.

Apalagi, Rosi menambahkan, sesaat lagi bangsa Indonesia akan melakukan pesta demokrasi, Pemilu 2019.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua KPK Agus Raharjo dan Ketua KPU Arief Budiman. (Editor : Priyambodo RH).
 
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar