Gara-gara harga meroket, pedagang daging ayam di Magelang tidak berjualan

id pedagang daging ayam,pasar rejowinangun

Gara-gara harga meroket, pedagang daging ayam di Magelang tidak berjualan

Situasi lengang di los daging ayam di Pasar Rejowinangun Kota Magelang karena pedagang tidak berjualan, Minggu (22/7). (Foto: Hari Atmoko)

Tidak laku kalau dijual lebih tinggi lagi, konsumen beralih ke yang lain
Magelang (Antaranews Jateng) - Para pedagang daging ayam di Pasar Kebonpolo dan Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu, tidak berjualan karena harga salah satu barang kebutuhan masyarakat tersebut yang makin tinggi sejak beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Magelang Sri Retno Murtiningsih di Magelang, Minggu, mengatakan kelangkaan pakan ternak pada proses produksi di berbagai tempat mengakibatkan terjadinya kenaikan harga daging ayam di pasaran setempat.

"Persoalan ini sudah kami informasikan kepada Disperindag Provinsi Jateng di Semarang," katanya.

sri Retno mengatakan hampir semua daerah mengalami kenaikan harga daging ayam sejak Bulan Puasa dengan puncaknya menjelang Lebaran yang lalu dengan harga tertinggi Rp40.000 per kilogram. Setelah Lebaran, harganya sempat turun bertahap hingga antara Rp34.000-Rp35.000 per kilogram.

Akan tetapi, sejak sekitar empat hari terakhir terjadi lagi kenaikan harga daging ayam, termasuk di sejumlah pasar di Kota Magelang dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan itu, yang mengakibatkan para pedagang tidak membuka penjualan.

"Harga belinya dari peternak makin tinggi, harganya sudah sampai Rp25.000 per kilogram ayam hidup, sehingga sekarang kami kesulitan untuk menjualnya kepada konsumen," kata seorang pedagang daging ayam di Pasar Kebonpolo Kota Magelang, Maesaroh.

Oleh karena harga pembelian ayam hidup dari peternak yang telah tinggi itu, maka tidak memungkinkan dirinya melakukan penjualan daging itu kepada konsumen dengan harga di atas Rp35.000 per kilogram.

Apabila saat ini penjualan daging ayam dengan harga lebih tinggi dari Rp35.000 per kilogram, dirinya akan merugi.

"Tidak laku kalau dijual lebih tinggi lagi, konsumen beralih ke yang lain," kata Maesaroh.

Ia menyebut saat ini harga daging ayam di pasar setempat sekitar Rp45.000 per kilogram. Harga tersebut sebagai tertinggi selama ini.

Ia mengaku saat masa Lebaran yang lalu, menjual daging ayam dengan harga berkisar Rp35.000-Rp36.000 per kilogram.

Ia juga menyebut pasokan ayam dari peternak saat ini juga berkurang.

"Kami tidak bisa berbuat banyak lagi, kami memutuskan tidak berjualan untuk sementara waktu sambil menunggu perkembangan lebih lanjut," ucap dia.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar