Akademisi sebut sosialisasi elpiji nonsubsidi perlu ditingkatkan

id elpiji nonsubsidi

Akademisi sebut sosialisasi elpiji nonsubsidi perlu ditingkatkan

Ilustrasi - Seorang pekerja menata tabung gas elpiji 12 Kg di salah satu agen Jalan Panggung, Tegal, Jateng, Jumat (6/12). Terhitung 1 Januari 2014, Pertamina menaikkan harga elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram sebesar 57 persen. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Sosialisasi elpiji nonsubsidi perlu dilakukan lebih masif guna meningkatkan kesadaran masyarakat agar program tersebut tepat sasaran, kata Koordinator Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Universitas Jenderal Soedirman Doktor Suharno.

"Pemerintah perlu menyosialisasikan penggunaan elpiji nonsubsidi secara lebih masif di masyarakat," katanya di Purwokerto, Kamis.

Dengan sosialisasi yang intensif dan besar-besaran, kata dia, konsumen menengah atas diharapkan dapat beralih ke elpiji nobsubsidi.

"Jika konsumen kalangan menengah atas mulai beralih ke elpiji nonsubsidi tentunya hal ini akan berdampak pada kecukupan kuota elpiji tiga kilogram bagi mereka yang benar-benar berhak menerima sehingga ketepatan sasaran subsidi dapat terpenuhi," katanya.

Selain itu, kata dia, akan berdampak pada pengurangan beban APBN.

"Keuntungan penghematan beban subsidi pada gilirannya akan dapat mengurangi beban APBN," katanya.

Pemerintah pusat, kata dia, dapat menggandeng pemerintah daerah di seluruh wilayah untuk membantu peningkatan penggunaan elpiji nonsubsidi dan pengawasan pengunaan elpiji subsidi tepat sasaran, salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran.

"Pemerintah juga perlu meningkatkan sosialisasi keunggulan elpiji nonsubsidi," katanya.

Selain itu, kata dia, bisa juga dengan peningkatan layanan distribusi kepada masyarakat.

"Misalnya dengan layanan antar ke rumah. Agar masyarakat lebih nyaman," katanya.
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar