Pertemukan ahli teknik sipil sejumlah negara, UNS kembali gelar ICRMCE

id Teknik sipil uns

Pertemukan ahli teknik sipil sejumlah negara, UNS kembali gelar ICRMCE

Kegiatan ICRMCE ke-4 di Hotel Best Western Solobaru Kabupaten Sukoharjo (Foto: dokumentasi UNS)

     Sukoharjo (Antaranews Jateng) - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar "International Conference on Rehabilitation and Maintenance in Civil Engineering" (ICRMCE) ke-4 sebagai wadah bertemunya para ahli teknik sipil dari sejumlah negara.
   
 "Kegiatan ini kami laksanakan tiga tahun sekali sejak tahun 2009. Makin ke sini jumlah negara yang terlibat makin banyak," kata Dekan Fakultas Teknik UNS Sholihin As'ad pada kegiatan ICRMCE di Hotel Best Western Solobaru Kabupaten Sukoharjo, Rabu.

     Ia mengatakan jika pada pelaksanaan pertama dan kedua ada tujuh negara yang mengikuti kegiatan tersebut, pada pelaksanaan ketiga bertambah menjadi 10 negara, dan tahun ketiga 12 negara.

     "Para ahli kelas dunia hadir di kegiatan ini di antaranya dari Jepang, Taiwan, Australia, dan Singapura. Mereka memberikan informasi terini tentang material dan rehabilitasi bangunan dengan mengacu ilmu teknik sipil," katanya.

     Ia mengatakan informasi tersebut penting diberikan mengingat pemerintah memiliki gedung yang cukup banyak sehingga perlu pemeliharaan dan langkah rehabilitasi jika rusak. 

     "Kalau rusak bagaimana cara menanganinya, dalam hal ini potensi rusak karena bencana juga besar. Rehabilitasi menjadi tahap yang penting dilakukan, meski demikian perawatan juga tidak kalah penting," katanya.

     Ia mengatakan makin bagus perawatan yang diberikan pada gedung dengan berbasis teknik sipil tersebut maka usia gedung menjadi lebih lama. 

     Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia ICRMCE Yusep Muslih mengatakan pada kegiatan tersebut kurang lebih ada sebanyak 140 paper yang dipresentasikan oleh para ahli teknik sipil.

     "Di antara lembaga yang berpartisipasi sebagai partner juga mengirim paper tentang 'scientific committe'. Tidak hanya dari luar negeri yang terlibat tetapi juga dalam negeri," katanya.

     Ia mengatakan para ahli teknik sipil dari dalam negeri di antaranya dari UNS, Undip, Unsoed, UMY, Unram, Unej, ITB, ITS, Universitas Sriwijaya, Universitas Udayana, Unri, Universitas Malang, HAKI dan HATTI.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar