Pilkada Temanggung, Khadziq-Bowo menang telak

id pilkada temanggung, rekapitulasi

Pilkada Temanggung, Khadziq-Bowo menang telak

Para Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan membuka kotak suara pada rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Temanggung di tingkat KPU Temanggung. (Foto: Heru Suyitno)

Temanggung (Antaranews Jateng) - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Temanggung M. Al Khadziq dan Heri Ibnu Wibowo berhasil menang telak dengan unggul suara di 17 kecamatan dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara di KPU Temanggung, Rabu.

Pasangan nomor urut 3 terebut meraih 258.734 suara di 17 kecamatan, yakni Bansari, Bejen, Candiroto, Gemawang, Jumo, Kaloran, Kandangan, Kedu, Kledung, Ngadirejo, Parakan, Pringsurat, Tembarak, Tlogomulyo, Tretep, dan Kecamatan Wonoboyo.

Pasangan Khadiq-Bowo mengalahkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Temanggung Bambang Sukarno (petahana bupati) berpasangan dengan Matoha yang hanya menang di tiga kecamatan dengan total perolehan sebanyak 156.576 suara.

Pasangan nomor urut 1 ini meraih kemenangan di Kecamatan Bulu, Temanggung, dan Kecamatan Kranggan.

Sementara, duet calon Bupati dan Wakil Bupati Temanggung nomor urut 2 Haryo Dewandono dan Irawan Prasetyadi menduduki posisi ketiga dengan memperoleh 60.988 suara.

Dari kemenangan di 17 kecamatan tersebut, Khadiq-Bowomemperolehan suara paling banyak di Kecamatan Kedu sebanyak 25.327 suara, sedangkan pasangan Bambang-Matoha paling banyak meraih suara di Kecamatan Temanggung dengan memperoleh 22.307 suara.

Ketua KPU Kabupaten Temanggung Sujatmiko mengatakan setelah rekapitulasi hasil penghitungan suara ini tahapan selanjutnya adalah penetapan pasangan calon terpilih.

Ia menuturkan kalau ada pasangan calon yang merasa keberatan dan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi batas akhir pada Jumat (6/7).

"Kalau ada pasangan calon yang keberatan dan yang dipersoalkan masalah hasil, kemungkinan besar akan ditolak MK karena selisih perolehan suara cukup lebar," katanya.

Namun, kalau yang mau dipersoalkan adalah prosesnya itu menjadi domain pasangan calon nomor urut 1 dan 2, silakan itu menjadi hak mereka.

Menyinggung ketidakhadiran saksi pasangan nomor urut 1 dan 2 dalam rekapitulasi tersebut, Sujatmiko mengatakan hal itu tidak ada pengaruhnya dan tidak akan menggugurkan hasil pilkada.

"Kami sudah undang semua saksi, ternyata ada yang tidak datang dan ini tidak masalah," katanya.

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar