Antisipasi kekeringan, Banjarnegara siapkan sumur bor

id arief rahman,bpbd banjarnegara

Antisipasi kekeringan, Banjarnegara siapkan sumur bor

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arief Rahman. (Foto: Sumarwoto)

     Banjarnegara (Antaranews Jateng) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyiapkan sumur bor untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah, kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arief Rahman.
     
"Tahun ini kami sudah siapkan sumur bor di Kecamatan Mandira karena daerah rawan kekeringan sekitar delapan kecamatan, yakni dari arah barat mulai Susukan, Klampok, Mandiraja, Purwonegoro, Pagedongan, Bawang, sebagian Wanadadi, dan Punggelan," katanya di Banjarnegara, Rabu.
     
Ia mengatakan pembuatan sumur bor tersebut sudah melalui kajian geologi sehingga dapat dipastikan ada sumber airnya.
     
Dengan demikian, kata dia, jangkauan penyaluran bantuan air bersih untuk warga di desa-desa yang membutuhkannya akan lebih dekat karena tidak dikirim dari Banjarnegara.
     
"Kami juga sudah menyiapkan tiga armada tangki untuk menyalurkan bantuan air bersih, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Kami siap menyalurkan bantuan air bersih namun bagi desa-desa yang membutuhkannya, diharapkan mengajukan surat permohonan sebagai dasar bagi kami untuk melakukan penyaluran bantuan," katanya.
     
Kendati demikian, dia mengakui jika hingga saat ini, belum ada permohonan bantuan air bersih yang diterima BPBD Banjarnegara.
     
Dia mengharapkan jumlah desa yang mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun 2018 tidak sebanyak tahun sebelumnya.
     
"Kalau tahun lalu ada 35 desa, tahun ini mudah-mudahan berkurang," katanya.
     
Lebih lanjut, Arief mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan untuk menanam tanaman yang bisa menyimpan air seperti pohon beringin dan aren.
     
Selain itu, kata dia, pembuatan biopori dan embung juga perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi kekeringan dalam jangka panjang.
     
"Itu semua perlu dilakukan karena penyaluran bantuan air bersih sifatnya temporer," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar