James Corden menangis berkendara keliling liverpol bersama Paul McCartney

id James DCorden menangis berkendara, berwsama Paul Mcartney

James Corden menangis berkendara keliling liverpol bersama Paul McCartney

James Corden bersama Paul McCartney berkendara keliling Liverpool di acara Carpool karaoke (ANTARA News/Tangkapan layar Youtube)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Pembawa acara The Late Late Show, James Corden menangis saat berkendara keliling Liverpool bersama pentolan The Beatles; Sir Paul McCartney dalam acara Carpool Karaoke edisi khusus Inggris.

McCartney menceritakan pada Corden bagaimana awal lagu "Let It Be" tercipta.

Lagu itu terinspirasi dari mimpi McCartney. Di mimpi itu McCartney bertemu mendiang ibunya. Ibunya mengatakan untuk "let it be" (merelakan).

"Aku mimpi di tahun 60an di mana ibuku, yang sudah meninggal mendatangiku di mimpi itu dan meyakinkanku, mengatakan, semuanya akan baik-baik saja. Relakan saja," kata McCartney.

"Dia memberiku kata-kata positif. Aku terbangun dan mengatakan; 'apa itu tadi? Apa yang dia bilang? Let it be? Aku tak pernah dengar itu. Kedengarannya itu bagus," imbuhnya.
 
Corden yang menyimak dengan serius mengatakan itu adalah "kisah paling indah" yang pernah didengarnya. Setelah itu mereka menyanyikan bersama lagu "Let It Be".

Usai bernyanyi, Corden berurai air mata: "Kawan, ini membuatku sangat emosional. Saya tak menyangka akan begini jadinya."

Corden menjelaskan pada McCartney mengapa dia begitu terharu mendengar cerita Paul McCartney.

"Saya ingat kakek saya, dia musisi dan ayah saya, memangku saya mengatakan; 'kita akan memainkan lagu terbaik yang pernah kamu dengar ya..'"

Dan merekapun memutar lagu "Let It Be".

"Seandainya kakek saya ada di sini sekarang, dia akan senang sekali."

"Pastinya," kata McCartney menimpali.

Corden mengatakan pada McCartney saat berkendara bahwa musik McCartney penuh pesan positif dan keceriaan.

"Lagu-lagumu mengandung pesan cinta dan kebersamaan, rasanya itu lebih relevan untuk sekarang dibanding dulu."

"Memang, Kami mengira itu akan bertahan 10 tahun, ternyata lagu-lagu itu tetap relevan  bertahun-tahun kemudian."

Di acara itu, McCartney juga mengungkapkan kalau dia pertama menulis lagu umur 14.

Dalam acara itu, mereka mampir ke kampung McCartney, mengunjungi Penny Lane dan rumah keluarganya yang baru dia kunjungi untuk pertama kalinya dalam 50 tahun.

Acara berakhir dengan pertunjukan kejutan di sebuah pub kecil di Liverpool. (Editor : Jafar M Sidik).
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar