Debat kandidat kedua Pilbub Kudus terbuka untuk umum

id debat kandidat digelar,dua kali,debat kandidat bupati,bupati kudus,kpu kudus

Debat kandidat kedua Pilbub Kudus terbuka untuk umum

Ketua KPU Kudus Moh. Khanafi (FOTO: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (Antaranews Jateng) - Debat peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus untuk kedua kalinya terbuka untuk umum, termasuk masyarakat tanpa undangan sekalipun bisa menghadiri acara tersebut, kata Ketua KPU Kabupaten Kudus Moh. Khanafi.

"Jika tidak bisa mendatangi lokasi digelarnya debat kandidat di Hotel Griptha, masyarakat juga bisa menyaksikannya melalui televisi atau radio," katanya di Kudus, Selasa.

Rencananya acara debat kandidat yang kedua pada tanggal 19 Juni 2018 bakal ditayangkan secara langsung di sebuah stasiun televisi swasta.

Tujuan digelarnya debat kandidat hingga dua kali, lanjut dia, guna menyebarluaskan visi, misi, dan program masing-masing kandidat secara detail.

Debat kandidat sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 4/2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, katanya, bisa digelar sekali hingga tiga kali.

Khanafi menambahkan bahwa debat kandidat kedua memiliki tema yang berbeda karena nantinya bertema tentang pelayanan publik, sedangkan pertama terkait dengan kesejahteraan rakyat.

Kedua tema tersebut dinilai sangat menarik karena terkait langsung dengan masyarakat Kudus.

"Pembangunan di Kudus tentunya sangat tergantung pada pelayanan publik sehingga perlu menjadi tema agar masyarakat mengetahui apa yang akan dilakukan masing-masing pasangan calon ketika mereka menjabat nantinya," ujarnya.

Alasan memilih waktu pada masa libur Lebaran, kata Khanafi, karena saat itu diperkirakan warga Kudus banyak yang belum melakukan arus balik ke tempat kerjanya.

Untuk lokasi debat kandidat digelar di Hotel Griptha Kudus, seperti halnya debat pertama dan akan disiarkan secara langsung di stasiun televisi Inews.

Terkait dengan evaluasi debat kandidat yang pertama, diakuinya terdapat beberapa kekurangan, seperti kualitas sound system serta suara saat waktu berbicara hampir selesai juga diminta dihilangkan karena pada debat pertama sangat mengganggu.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar