Bulog tetap tempuh stabilitasi harga meski permintaan rendah

id beras,bulog

Bulog tetap tempuh stabilitasi harga meski permintaan rendah

. KUDUS - Seorang petugas dari Perum Bulog Pati tengah berada di antara tumpukan beras di gudang. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solo (Antaranews Jateng) - Perum Bulog Subdivre III Surakarta tetap melakukan Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) meski permintaan dari konsumen rendah.

"GSHP yang kami lakukan dari awal bulan April hingga saat ini realisasinya baru sekitar 8 ton, angka ini masih sangat rendah dari perkiraan kami," kata Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Titov Agus Sabelia di Solo, Jumat.

Ia mengatakan rendahnya tingkat serapan tersebut karena harga beras di pasaran masih stabil. 

"Karena sudah mulai ada serapan beras untuk panenan musim tanam II, jadi harga di pasaran masih stabil. Dengan begitu tingkat serapan beras dari Bulog di pasaran juga rendah," katanya.

Selain itu, dikatakannya, banyaknya permintaan pembelian paket komoditas pokok dari BUMN, perseorangan, maupun pihak lain juga untuk kemudian disalurkan di pasar murah juga berdampak pada rendahnya pembelian dari masyarakat.

"Sampai saat ini kami sudah mengeluarkan sekitar 25.000 paket sembako, nilainya sekitar Rp100.000-125.000/paket," katanya.

Sebelumnya, dikatakannya, pada MT II kali ini angka serapan beras oleh Bulog Subdivre III sekitar 200 kg/hari.

Ia mengatakan dengan serapan tersebut artinya saat ini realisasi stok beras yang ada di gudang Bulog Subdivre III Surakarta mencapai sekitar 21.000 ton atau mencukup untuk kebutuhan hingga 5,5 bulan ke depan.

Dengan besarnya stok tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras. Apalagi, jelang Lebaran kali ini tidak ada gejolak harga beras yang meresahkan masyarakat.
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar