PDI Perjuangan Boyolali salurkan bantuan kepada pengungsi Merapi

id PDIP Boyolali salurkan bantuan ,ke warga Merapi

PDI Perjuangan Boyolali salurkan bantuan kepada pengungsi Merapi

Boyolali - Ketua DPC PDIP Boyolali Paryanto (bertopi warna cokelat) bersama rombongan sedang melakukan dialog langsung dengan para pengungsi di Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) di Desa Tlogolele Kabupaten Boyolali, Minggu. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (Antaranews Jateng) - PDIP Boyolali menyalurkan bantuan kepada warga yang masih dalam tempat penampungan pengungsian sementara di Desa Tlogolele Kecamatan Selo, akibat dampak meletusnya Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua DPC PDIP Boyolali, Paryanto, memimpin rombongan dalam penyaluran bantuan berupa tikar plastik, selimut, perlengkapan mandi, dan sejumlah logistik makanan untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan para pengungsi, Minggu.

PDIP memberikan apresiasi kepada Pemerintah dan intansi terkait dalam penanganan warga baik yang mengungsi maupun tidak terkait dengan bencana alam Gunung Merapi di Boyolali.

"Kami melihat penanganan bencana di Boyolali baik, sehingga warga yang mengungsi tidak ada yang mengeluh dan mereka dilayanan dengan baik saat terjadi letusan maupun di tempat pengungsian," kata Paryanto yang didampingi Kepala BPBD Boyolal, ?Bambang Sinungharjo, Camat Selo Jarot Purnomo, dan Kades Tlogolele Widodo.

Paryanto juga melihat langsung kondisi para pengungsi di Desa Tkogolele kebutuhan tercukupi dan aman terutama tim kesehatan juga ada di lokasi untuk mengecek masyarakat yang sakit.

"Tim Medis ada di lokasi pengungsian untuk memantau kesehatan masyarakat terurama lansia dan anak-anak kondisi sehat-sehat," kata Paryanto.

Bahkan rumah-rumah warga yang ditinggalkan untuk mengungsi juga kondisinya aman terkendali dan dijaga dengan ronda bergantian.

Kades Tlogolele Boyolali Widodo mengatakan ?jumlah warga yang mengungsi hingga Minggu siang ini, ada sebanyak 100 jiwa. Mereka yang terdiri dari para orang tua usia lanjut dan anak-anak, sedangkan ayah mereka kembali ke kampung untuk menjaga dan beraktivitas ke ladang dan memberikan makan ternak.

"Warga terutama dari Desa Stabelan dan Takeran jika sore hari kembali ke TPPS dan sebagian berjaga di rumah masing-masing. Jika datang malam jumlah pengungsi mencapai 544 jiwa," kata Widodo.

Bahkan, jumlah pengungsi setelah kejadian meletusnya Merapi pada Jumat (1/6) pagi, yang berkumpul di TPPS tersbeut terdata sebanyak 1.700-san jiwa. Namun, kini beransur-ansur mereka kembali ke rumah masing-masing dan yang bertahan tinggal 100 jiwa.

Mariyam (35) salah satu warga Dukuh STabelan RT 03 RW 05 Desa Tlogolele mengatakan dirinya bersama kedua anaknya ?dan satu masih balita sudah di tempat pengungsian selam tiga malam ini.

"Suami saya kalau pagi hingga sore hari kembali ke rumah untuk memberikan makan ternak dan ke ladang, Kejadian meletusnya Merapi pada Jumat (1/6), cukup besar sehingga warga panik dan mengungsi ke TPPS ini," kata Mariyam.

Menurut dia, warga merasa aman berada di TPPS ini, mereka soal kebutuhan makan sudah tercukupi dari para sukarekawan ?dan pemerintah. Mereka juga membuka dapur umum untuk melayan jatah hidup para pengungsi di Tlogolele.

Sementara kondisi Gunung Merapi hingga Minggu siang kelihatan tenang, tetapi puncak tidak terlihat jelas karena tertutup kabut tebal terlihat dari kasat mata di Desa Tlogolele Boyolali.
Pewarta :
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar