BI prediksikan inflasi Lebaran 0,62 persen

id inflasi

BI prediksikan inflasi Lebaran 0,62 persen

Ilustrasi - Harga cabai yang melonjak menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi sebesar 0,39 persen di kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada bulan November 2017. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)



Solo (Antaranews Jateng) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta memprediksikan angka inflasi pada Lebaran 2018 di Soloraya mencapai 0,62 persen.

"Angka ini lebih rendah dibandingkan angka inflasi pada momentum yang sama tahun lalu sebesar 0,87 persen," kata Kepala BI Kantor Perwakilan Wilayah Surakarta Bandoe Widiarto di Solo, Senin.

Ia berharap dengan inflasi sebesar 0,62 persen pada saat Lebaran, target inflasi hingga akhir tahun ini sebesar 3,5 persen dapat tercapai.

Menurut dia, beberapa upaya dilakukan untuk memastikan inflasi terkendali, salah satunya melakukan koordinasi dengan Pemda. Ia mengatakan upaya pendalikan inflasi yang dilakukan salah satunya aktif mengadakan pertemuan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jawa.

"Misalnya ketika ada tekanan harga di komoditas tertentu, kami akan kerja sama antardaerah terkait pengadaan barang. Selain itu, kami juga mengadakan ngobrol santai dengan distributor, memantau harga, dan sidak pasar," katanya.

Menurut dia, sidak pasar dilakukan untuk mengetahui kondisi di lapangan. Jika ada kenaikan harga apakah murni kenaikan tersebut karena stok barang berkurang sehingga mengakibatkan harga mahal.

"Atau faktor lain misalnya kendala di distribusi atau faktor lain. Dalam hal ini kami juga memastikan adanya pasar murah. Untuk pasar murah ini kalau bisa jangan dilakukan sendiri-sendiri tetapi harus ada sinergi, misalnya Bulog dengan PPI," katanya.

Selain itu, dikatakannya, melalui pelaksanaan sidak pasar tersebut TPID berusaha memastikan komoditas pokok di bawah harga eceran tertinggi, di antaranya beras medium Rp9.450/kg, minyak goreng Rp11.000/kg, daging sapi Rp80.000/kg, gula pasir Rp12.500/kg, daging ayam Rp32.000/kg, dan telur ayam Rp25.700/kg.

Kalau memang ada yang menyebabkan inflasi, kami berusaha jinakkan agar inflasi terkendali," katanya.

Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar