Mendesak, jalur penyelamat di Kretek Brebes

id kecelakaan Brebes

Mendesak, jalur penyelamat di Kretek Brebes

Sejumlah warga melihat truk yang mengalami kecelakaan di jalur tengah Tegal-Purwokerto, Desa Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (20/5). Truk pengangkut gula yang diduga mengalami rem blong tersebut menabrak enam rumah, satu kios buah, 19 sepeda motor, dua mobil sehingga mengakibatkan 11 orang meninggal dan sejumlah warga luka-luka. (ANTARA FOTO/Zaenal/ol/kye/18)

Semarang (Antaranews Jateng) - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diminta segera membangun jalur penyelamat di jalan layang (fly over) Kretek, Paguyangan, Kabupaten Brebes, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Pembangunan jalur penyelamat di `fly over` Kretek di sisi kiri dari arah Brebes sudah sangat mendesak dilakukan agar kecelakaan tidak terus terulang," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso di Semarang, Senin.

Menurut dia, beberapa kecelakaan di jalan layang Kretek itu terjadi akibat permasalahan geometrik jalan berupa "alinyemen" vertikal dan horizontal.

"Pengemudi cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, padahal ada tikungan setelah tanjakan sehingga bisa dipastikan kalau lewat di situ (jalan layang Kretek) dengan muatannya penuh dan kecepatannya melebihi ketentuan yang diizinkan, maka laju kendaraan tidak terkontrol," ujarnya.

Pascadifungsikannya Jalan Layang Kretek yang berstatus jalan nasional dan setelah terjadinya kecelakaan yang pertama di jalur tersebut, politikus Partai Keadilan Sejahtera itu mengaku sudah menyampaikan beberapa masukan kepada pemerintah.

"Selain pembangunan jalur penyelamat yang terkendala pembebasan lahan, ada pendekatan teknis yang harus segera dilakukan pemerintah yakni memperbanyak pita kejut atau polisi tidur berukuran kecil agar ada kesadaran mengurangi kecepatan saat melintas di jalur tersebut," katanya.

Kalau kaitannya dengan rambu-rambu lalu lintas, kata dia, Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan setempat sudah diminta untuk memperbesar ukuran rambu.

"Kami dan Pemerintah Provinsi Jateng hanya mendorong ke pemerintah pusat, kalau memang boleh pembebasan lahan (terkait pembangunan jalur penyelamat) menggunakan anggaran pemprov atau pemkab, kami siap," ujarnya.

Seperti diwartakan, setelah menuruni "fly over" Kretek, sebuah truk tronton bernomor polisi H-1996-CZ yang melaju dengan kecepatan tinggi dari selatan mengalami rem blong sehingga menabrak satu mobil dan 13 sepeda motor.

Kecelakaan yang terjadi Minggu (20/5) sekitar pukul 16.00 WIB itu menewaskan sedikitnya 11 orang dan 10 orang luka-luka.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar