BPBD Banjarnegara: Waspadai peningkatan potensi hujan

id potensi hujan

BPBD Banjarnegara: Waspadai peningkatan potensi hujan

Ilustrasi- Peta prakiraan curah hujan di Jawa Tengah. (Foto: Dok. BMKG)

Banjarnegara (Antaranews Jateng) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengingatkan masyarakat setempat untuk mewaspadai peningkatan potensi hujan di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Banjarnegara.

"Waspadai peningkatan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman di Banjarnegara, Minggu.

Peningkatan potensi hujan dikhawatirkan dapat menimbulkan bencana banjir, longsor, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin.

"Karena itu masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati," katanya.

Dia juga kembali meminta warga untuk melaporkan kepada BPBD Banjarnegara bila memiliki informasi mengenai bencana di wilayahnya.

"Warga harus lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi di sekitar, laporkan jika ada info bencana ke posko BPBD dengan nomor telepon 082330259595," katanya.

Warga yang tinggal di wilayah perbukitan, kata dia, perlu meningkatkan kewaspadaannya.

"Warga di sekitar lereng agar mewaspadai rekahan tanah, laporkan segera ke BPBD jika ada rekahan tanah," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo mengatakan peningkatan potensi hujan dipicu oleh pusat tekanan rendah di sekitar Samudera Hindia perairan barat Sumatera dan sirkulasi siklonik di Selat Karimata.

Selain itu ada indikasi aktifnya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatera yang masuk ke wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

Kondisi tersebut memberikan pengaruh terhadap pola cuaca dalam meningkatkan suplai uap air yang berkontribusi pada pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di Indonesia bagian Barat dan Tengah.

Sebelumnya, BMKG memprakirakan awal musim kemarau 2018 untuk sejumlah kabupaten di Jawa Tengah, termasuk Banjarnegara diperkirakan mulai Juni dasarian dua.
    
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar