Pekalongan giatkan pengentasan balita gizi kurang

id Gizi buruk,pkk pekalongan

Pekalongan giatkan pengentasan balita gizi kurang

Ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi bekerjasama dengan Amway Indonesia tekan angka gizi buruk di daerah itu. (Foto: Kutnadi)

Pekalongan (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Amway Indonesia siap menggiatkan program pengentasan balita gizi kurang "Nutrilite Power of 5".

Ketua Umum PKK dan Pembina Kader Kesehatan Munafah Asip Kholbihi di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa program "Nutrilite Power of 5" telah membantu sekitar 500 anak gizi kurang di tujuh kecamatan daerah setempat.

"Bagi balita kurang gizi akan diberikan bubuk vitamin `Nutrilite Little Bits` yang digerakkan oleh tim pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan 300 relawan kesehatan," katanya.

Ia berharap kerja sama antara Pemkab Pekalongan dengan Amway Indonesia bisa terus berlanjut hingga tidak ada lagi balita gizi kurang di daerah setempat.

"Harapan saya, kerja sama antara Pemkab Pekalongan dengan Amway Indonesia bisa terus ditingkatkan agar daerah itu bebas dari balita kurang gizi," katanya.

Menurut dia, pencegahan dan penanganan gizi buruk pada balita tidak bisa dilakukan oleh pemerintah atau tim PKK saja melainkan memerlukan keterlibatan semua pihak.

"Oleh karena, kami mengajak masyarakat, relawan dan seluruh stakeholder untuk terus berpartisipasi dalam pengentasan balita gizi kurang," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Sutanto Setiabudi mengatakan permasalahan gizi memang relatif cukup kompleks.

Berdasar data, kata dia, sekitar 76.285 (70 persen) balita yang rutin dibawa ke pos pelayanan terpadu (Posyandu), 53 menderita gizi buruk dan 435 anak mengalami gizi kurang, dan sudah diintervensi dengan Nutlitle Little Bits yang pengaruhnya cukup signifkan.

"Hasilnya memang bagus. Sebanyak 414 balita yang semula mengalami gizi kurang menjadi berat badannya naik dan 21 anak (5 persen) tidak naik karena menderita penyakit," katanya.

Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar