Mentan apresiasi upaya optimalisasi alsintan di Purbalingga (VIDEO)

id mentan alsintan purbalingga,optimalisasi alsintan purbalingga

Mentan apresiasi upaya optimalisasi alsintan di Purbalingga (VIDEO)

Mentan Andi Amran Sulaiman saat memberikan pengarahan terkait optimalisasi alsintan di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (8-5-2018) (Foto: Sumarwoto)

Purbalingga (Antaranews Jateng) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dalam upaya mengoptimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah.
   
 "Purbalingga ini luar biasa. Kami berterima kasih kepada Pak Dandim, Pak Danrem, Ibu Kepala Dinas (Dinas Pertanian), dan seluruh yang terkait," katanya kepada wartawan usai meninjau upaya optimalisasi alsintan di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Selasa.
     
Menurut dia, optimalisasi alsintan dalam mengolah lahan sawah di Desa Kembangan merupakan contoh yang sangat bagus.
     
Mentan mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, penggunaan empat unit alsintan secara berkelompok dapat menyelesaikan pengolahan lahan sawah seluas 15 hektare setiap hari.
     
"Oleh karena itu, kita bentuk brigade. Apa tujuan brigade? Ini adalah untuk mempermudah kontrol," kata Amran.
   
 Selain itu, kata dia, mengoptimalkan alat dan mesin pertanian, mempermudah kontrolnya, perbaikannya mudah, biayanya murah, dan hasilnya bisa tiga kali lipat.
   
 Ia mengatakan biasanya yang terjadi di Indonesia, kelompok tani yang punya alsintan akan menyimpan traktornya setelah selesai mengolah lahannya.
     
"Ini enggak boleh, sehingga kami membentuk brigade di seluruh Indonesia. Tidak boleh, bantuan pemerintah bukan dalam bentuk brigade, karena kami hitung-hitungan, itu pengolahan tanah dengan kapasitas traktor yang sudah dibantukan kurang lebih 250.000--300.000 unit, itu mampunya 50 ribu hektare per hari," tegasnya.
     
Amran mengatakan jika kemampuannya 50 ribu hektare per hari, berarti 1,5 juta hektare per bulan sehingga sudah lebih dari kebutuhan untuk padi, jagung, dan sebagainya.
     
"Kebutuhan kita per bulan lebih dari cukup. Jadi itu ukurannya," kata Mentan.
     
Menurut dia, biaya penggunaan alsintan lebih murah serta efisien dan menghemat anggaran hingga 40 persen.
   
 Selain itu, kata dia, tanamnya lebih cepat sehingga yang biasanya menanam satu kali dalam setahun bisa menjadi dua kali, sedangkan yang dua kali dalam setahun bisa menjadi tiga kali.
   
 "Banyak sekali manfaatnya. Jadi satu kali mengukur, satu kali jalan, satu kali program, tapi banyak sekali dampaknya. Ujungnya adalah kesejahteraan petani," katanya. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar