Korban keracunan nasi kotak capai ratusan orang

id keracunan,nasi kotak,jepara

Korban keracunan nasi kotak capai ratusan orang

Ilustrasi-- Sejumlah anak tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, yang diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi nasi kotak yang diterima dari tetangganya yang menggelar acara hajatan, Rabu (21/3) (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Jepara (Antaranews Jateng) - Jumlah korban yang diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi nasi kotak pada acara istigasah di Sekolah Dasar (SD) Negeri 6 Mulyoharjo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, hingga Rabu mencapai ratusan orang.

Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mohamad Fakhrudin di Jepara, jumlah korban yang diduga keracunan makanan yang tercatat hingga pukul 08.45 WIB mencapai 127 orang.

Dari jumlah sebanyak itu, sebanyak 44 orang di antaranya menjalani rawat inap di sejumlah tempat pelayanan kesehatan, di antaranya di Rumah Sakit Umum Daerah R.A. Kartini Jepara sebanyak 31 orang, Klinik Hanis Iska Jepara sebanyak empat orang, Rumah Sakit Islam sebanyak dua orang, dan Puskesmas Pakis Aji sebanyak tujuh orang.

Sementara itu, korban yang menjalani rawat jalan sebanyak 83 orang.

Dalam rangka memastikan jumlah korban keracunan, DKK Jepara membentuk posko pengaduan serta menerjunkan tim penyisir warga yang dimungkinkan mengonsumsi nasi kotak yang diperoleh saat mengikuti doa bersama di SDN 6 Mulyoharjo, Senin (30-4-2018).

Hasil dari tim penyisir yang diterjunkan, kata dia, sudah mendatangi 27 rumah warga yang diperkirakan mengikuti kegiatan doa bersama tersebut.

Ia mengimbau warga yang memang mengonsumsi nasi kotak dari acara doa bersama di SDN 6 Mulyoharjo untuk memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Adanya penyisiran tersebut, katanya lagi, dalam rangka membantu warga yang mengalami keracunan namun enggan periksa ke dokter karena terkendala dana.

Tim penyisir melibatkan beberapa puskesmas karena lokasi memasak nasi kotak berada di wilayah Puskesmas Kauman, sedangkan sebagian besar siswa SDN 6 Mulyoharjo merupakan warga setempat.

Atas kasus dugaan keracunan makanan yang dialami para pelajar maupun orang tua serta guru tersebut, sudah diambil sampel makanan, feses, dan muntahan korban untuk diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menambahkan bahwa dugaan keracunan makanan berawal ketika SDN 06 Mulyoharjo menggelar istigasah dalam rangka menghadapi ujian nasional pada tanggal 30 April 2018.

Usai berdoa bersama, lanjut dia, siswa dan wali murid serta para guru mendapatkan nasi kotak, kemudian mereka membawanya pulang setelah selesai kegiatan.

Keesokan harinya, Selasa (1-5-2018), ada yang merasakan mual setelah memakan nasi kotak tersebut, kemudian secara beruntun banyak korban yang mengeluh sakit yang diduga keracunan makanan tersebut.

"Dalam rangka membantu warga yang mengalami keracunan, sampai saat ini masih dibuka posko pengaduan terkait dengan kejadian tersebut," ujarnya.

Selain itu, kata dia, disiagakan pula tenaga medis dan mobil ambulans.

Polres Jepara bersama DKK Jepara juga sudah mengambil contoh nasi kotak untuk dilakukan pengujian di laboratorium.

"Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap pemilik usaha dan para saksi," katanya.



 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar