OJK Surakarta terus sosialisasikan investasi pasar modal

id ojk,logo

OJK Surakarta terus sosialisasikan investasi pasar modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (ANTARA FOTO/Lucky R.)

Solo (Antaranews Jateng) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Surakarta terus menyosialisasikan investasi pasar modal ke masyarakat untuk meminimalkan kemungkinan menjadi korban investasi bodong.

"Dalam hal ini kami bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia melakukan edukasi ke kampus-kampus dan di dalam kegiatan masyarakat," kata Kasubag Pengawasan Pasar Modal OJK Surakarta Susana Diah di Solo, Kamis.

Terkait dengan investasi bodong tersebut, dikatakannya, hingga saat ini di wilayah Surakarta belum ada laporan dari masyarakat. Meski demikian upaya edukasi tetap terus dilakukan.

Di sisi lain, pihaknya juga berharap agar masyarakat Surakarta ikut aktif di dalam industri pasar modal sebagai alternatif pilihan investasi.

Terkait hal itu, menurut dia, reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi investor, khususnya investor yang tidak memiliki banyak waktu, keahlian, dan pengetahuan yang memadai namun tertarik untuk berinvestasi di pasar modal.

"Reksa dana sendiri juga dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, kemudian himpunan dari modal tersebut dipercayakan kepada pihak yang dianggap lebih berkompeten, dalam hal ini manajer investasi untuk dikelola," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, untuk bisa menjadi investor di pasar ada beberapa syarat, salah satunya sehat secara keuangan.

"Seperti misalnya pendapatan lebih besar dibandingkan pengeluaran, tidak memiliki utang konsumtif, dan untuk kredit produktif maksimal 30 persen dari pendapatan bulanan," katanya.

Selain itu, sebelum terjun sebagai investor, pihaknya juga berharap agar masyarakat sudah mengetahui tujuan dari investasi tersebut, apakah itu jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.

"Ini juga harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing nasabah mengingat investasi di pasar modal cenderung fluktuatif mengikuti harga perdagangan saham. Jadi mereka harus paham risiko apa yang mungkin akan terjadi," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar