Pelabuhan Ikan Higienis Batang butuh tambahan Rp5 miliar

id bupati batang wihaji

Pelabuhan Ikan Higienis Batang butuh tambahan Rp5 miliar

Direktur Bina Mutu Direktirat Jenderal Penguat dan Daya Saing Produk Kementerian Kelautan dan Perikanan Ines Ramaniya (kanan) didampingi Bupati Batang Wihaji di Pantai Sigandu Batang. (Foto: Kutnadi)

Batang (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akan mengajukan tambahan anggaran dana bantuan pelabuhan ikan higienis kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebesar Rp5 miliar.

Bupati Batang Wihaji di Batang, Senin, mengatakan bahwa pada 2018 Pemkab Batang telah mendapatkan anggaran bantuan pelabuhan ikan higienis dari KKP mencapai sekitar Rp1 miliar sehingga dana tersebut belum bisa sepenuhnya mencukupi keperluan yang dibutuhkan.

"Oleh karena, jika berkenan kami akan mengajukan alokasi anggaran untuk pelabuhan ikan higienis. Itu kan program dari pemerintah pusat," katanya.

Menurut dia, dengan jumlah nelayan di daerah yang sudah mencapai sekitar 10 ribu orang dengan dibarengi kebutuhan yang cukup tinggi maka penambahan anggaran alokasi pelabuhan ikan higienis masih dibutuhkan oleh mereka.

"Kami berupaya akan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah pusat agar alokasi anggaran dana bantuan itu bisa realisasi," katanya.

Ia mengatakan anggaran bantuan pelabuhan ikan higienis tersebut nantinya akan dimanfaatkan juga untuk membangun sarana pendukung di sekitar pelabuhan seperti tempat swafoto dan

"Yang jelas, apabila pemerintah merealisasikan anggaran pelabuhan ikan maka akan kita gunakan untuk membangun sarana pendukung sektor pariwisata karena kita punya Program Visit to Batang 2022," katanya.

Ia mengatakan pemkab siap membantu dan menyinergikan program pemerintah pusat agar dana tersebut dapat diturunkan.

"Program pelabuhan ikan hiegienis adalah program pemerintah pusat. Kami berharap dengan penambahan anggaran itu maka hal itu akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan kemajuan pembangunan daerah," katanya.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar