125 mobil kuno reli Hari Jadi Kota Magelang

id pemkot magelang,reli mobil kuno, hari jadi kota magelang

125 mobil kuno reli Hari Jadi Kota Magelang

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito melepas peserta reli mobil kuno, Sabtu (21/4). (Foto: Hari Atmoko)

Magelang (Antaranews Jateng) - Sebanyak 125 mobil kuno mengikuti reli dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1112 Kota Magelang dan mempromosikan pariwisata daerah setempat.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di sela melepas kegiatan itu di Magelang, Sabtu, mengatakan reli mobil kuno juga menjadi salah satu wujud nyata kampanye kepada masyarakat luas tentang disiplin berlalulintas.

"Selain untuk promosi wisata Kota Magelang juga kampanye disiplin berlalulintas," ujar dia.

Ketua Seksi Mobil Kuno Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Kota Magelang Joko Soeparno mengatakan reli mobil kuno berlangsung dua hari, 21-22 April 2018.

Ia mengatakan peserta mengendarai berbagai kendaraan dengan tahun keluaran dan merek yang beragam pula, seperti Dodge, Chevrolet, VW, Fiat, dan Celica. Mobil tertua keluaran 1937 dan termuda 1978.

Rute yang ditempuh peserta pada hari pertama, yakni Alun-Alun Kota Magelang-Yogyakarta-Kota Magelang, sedangkan hari kedua Kota Magelang-Temanggung-Kota Magelang.

Peserta berasal dari berbagai daerah, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Reli mobil kuno memperebutkan piala bergilir Wali Kota Magelang dan uang pembinaan untuk juara I hingga III, sedangkan penilaian antara lain menyangkut ketepatan waktu dan disiplin berlalulintas.

Seorang peserta berasal dari Yogyakarta, Satrio (40), mengaku ikut dalam ajang tersebut untuk memantapkan eksistensi PPMKI.

"Mobil klasik itu makin tahun ke sini makin langka," katanya.

Satrio yang mengikuti reli tersebut dengan mengendarai mobil merek Celica keluaran 1972 itu, mengaku merasakan keasyikan dan tantangan mengendarai mobil kuno.

"Cara menjaganya pun berbeda dengan mobil sekarang, pernak-perniknya antik, beda dengan mobil sekarang yang bisa dibeli di mana saja," katanya.

Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar